Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menyiapkan strategi ekstrem untuk mempertahankan gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 dengan memperkuat kesiapan mental, disiplin, dan daya juang kontingen selama training center (TC).

“Kami tidak hanya mempertahankan tradisi juara, tapi ingin membuktikan bahwa vokasi yang kita jalankan sudah benar dan mampu mengarahkan anak-anak menjadi terampil, cerdas dan memiliki daya saing. Ukurannya di LKS,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Jumat.

Sebanyak 46 anggota kontingen Jawa Timur akan berlaga pada 37 bidang lomba dan satu bidang eksibisi dalam LKS Nasional 2026 yang digelar secara daring dan luring pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan Jawa Timur menargetkan juara umum untuk keempat kali berturut-turut setelah tiga tahun sebelumnya mendominasi kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Kompetitor kita di DKI dan Jawa Tengah melirik Jawa Timur yang masih konsisten di peringkat satu. Kita buktikan dengan kerja keras yang lebih lagi,” ujarnya.

Untuk mempertahankan prestasi, Dindik Jatim menyiapkan sejumlah strategi, antara lain membentuk war room LKS Jatim, pelatihan berbasis standar nasional dan World Skills, simulasi kompetisi minimal tiga kali, serta melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sebagai pelatih.

Selain penguatan teknis, ia meminta kepala sekolah mengawal kesiapan psikologis dan disiplin para peserta karena dinilai menjadi faktor penting dalam kompetisi nasional.

“Saya pesankan kepada kepala sekolah agar mengecek kembali mental dan disiplin para kontingen. Karena ini modal utama. Kalau tidak terukur, saya yakin saat bertanding akan kalah,” katanya.

Ia juga meminta peserta memperoleh pendampingan psikologis selama TC agar tetap percaya diri menghadapi kompetitor dari provinsi lain.

“Tahun ini sistemnya daring dan luring. Jangan sampai mental turun dan kompetensi ikut terpengaruh,” tambahnya.

Menurut Aries, keterlibatan DUDI penting agar siswa terbiasa menggunakan peralatan yang dipakai saat kompetisi sehingga tidak mengalami kendala teknis ketika bertanding.

“Saya berharap tujuan utamanya bukan hanya LKS Nasional, tapi World Skills. Kalau ukurannya World Skills, maka LKS Nasional akan terlewati,” tegasnya.

Pada LKS Nasional 2026, Jawa Timur menargetkan lebih dari 20 medali emas sekaligus mempertahankan juara umum empat kali berturut-turut serta menyiapkan kandidat World Skills dan ASEAN Skills.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Malang Rahmat Dwi Djatmiko mengatakan sekolahnya mengirim dua kontingen pada bidang Cyber Security dan IT Software Solutions for Business yang seluruh kompetisinya dilaksanakan secara daring.

Dia mengatakan persiapan dilakukan sejak dini melalui kegiatan ekstrakurikuler, talent pool siswa, serta pelatihan rutin bersama industri dan alumni peraih juara.

“Persiapan diperkuat dengan industri dan alumni yang pernah juara. Kami juga menjadwalkan pelatihan rutin setiap hari,” ujarnya.

Selain simulasi tingkat nasional, peserta juga dibekali soal kompetisi tingkat Asia, ASEAN hingga World Skills serta penguatan mental dan spiritual.

“Siswa dibuat lebih santai bersama pembimbing untuk persiapan nonteknis,” katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026