Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menyiapkan 7.212 operator dan tim helpdesk untuk mendukung layanan pengambilan Personal Identification Number (PIN) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar pelayanan berjalan optimal dan lancar.

“Alhamdulillah dari beberapa sampel sekolah yang dikunjungi sudah menyiapkan diri dengan baik. Terutama perangkat komputer yang sudah terhubung dengan database server pusat,” ujar Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai usai meninjau pengambilan PIN di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Surabaya, Kamis.

Pada hari pertama pengambilan PIN SPMB, Aries meninjau sejumlah sekolah di Surabaya, yakni SMAN 15 Surabaya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 21 Surabaya, dan SMAN 9 Surabaya untuk memastikan pelayanan berjalan baik.

Ia menjelaskan, masing-masing sekolah memiliki variasi pelayanan dalam membantu masyarakat. Namun, seluruh satuan pendidikan diminta memberikan layanan yang informatif, ramah, dan optimal selama proses pengambilan PIN hingga pendaftaran SPMB berlangsung.

“Kita tidak ingin kepanikan antre pengambilan PIN terjadi lagi karena waktunya cukup panjang, mulai 28 Mei sampai 9 Juni 2026,” katanya.

Aries mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak perlu datang terlalu awal ke sekolah untuk mengantre. Setiap sekolah telah mengatur sistem antrean sekitar 200 peserta per hari guna menghindari penumpukan.

Menurut dia, petugas di bagian depan sekolah juga disiagakan untuk memberikan informasi terkait persyaratan dan kelengkapan dokumen yang harus dibawa peserta.

Langkah itu dilakukan agar masyarakat yang dokumennya belum lengkap tidak terlanjur mengantre panjang.

“Di depan sudah diberikan informasi apa saja yang harus disiapkan dan kelengkapannya juga bisa dilihat di website,” katanya.

Pelayanan pengambilan PIN dilaksanakan selama tujuh hari kerja mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Selain itu, sekolah juga membuka layanan bantuan unggah dokumen bagi masyarakat yang mengalami kendala.

“Saya sudah minta sekolah membantu masyarakat yang tidak membawa kelengkapan data-data,” katanya.

Dalam posko layanan SPMB, petugas melayani informasi umum mulai persiapan hingga daftar ulang, menerima aduan masyarakat, serta membantu menyelesaikan kendala saat pengambilan PIN maupun pendaftaran SPMB.

Dindik Jatim mencatat sejumlah kendala yang masih ditemukan, antara lain proses entri nilai rapor oleh kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat, kesalahan penginputan nilai, hingga kurang telitinya murid saat melakukan verifikasi nilai rapor.

Karena itu, Dindik Jatim mengimbau murid dan orang tua memahami petunjuk teknis SPMB, menyiapkan seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan, serta memperhatikan jadwal pengambilan PIN sesuai sistem antrean.

Pelaksana Harian Kepala SMAN 9 Surabaya Muhammad Romli mengatakan sekolahnya telah menyiapkan panitia dan operator verifikasi untuk melayani peserta didik.

“Kami menyiapkan 10 operator verifikasi sesuai jumlah akun operator yang dimiliki sekolah. Verifikasi dokumen dimulai tanggal 29 Mei sampai 10 Juni,” ujarnya.

Ia menjelaskan peserta didik yang telah mengunggah dokumen dari rumah akan datang ke sekolah untuk proses verifikasi langsung.

Sebelum masuk ke meja operator, dokumen peserta lebih dahulu diperiksa petugas di bagian depan untuk memastikan kelengkapannya.

“Kalau ada dokumen yang kurang bisa langsung dilengkapi tanpa harus ikut antre panjang,” katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026