Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan menegaskan perlu upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting.
"Waktu kunjungan di beberapa Posyandu di Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu, saya mendapati fakta bahwa setiap desa jumlah kelahiran berada di angka 40-50 tiap tahun per desa. Dalam jumlah kelahiran tersebut masih ditemui bayi lahir diindikasikan stunting walaupun tidak banyak tetap menjadi perhatian kita bersama," katanya saat dihubungi dari Surabaya, Selasa.
Dirinya berharap Dinas Kesehatan di Jawa Timur bisa memasifkan pelatihan tersebut guna menambah pengetahuan bagi kader Posyandu, Ibu Hamil, dan ibu-ibu muda yang memiliki anak di bawah tiga tahun.
Sementara itu, dalam resesnya di Tulungagung, Jairi fokus upaya antisipasi terjadinya stunting dengan menghadirkan Kader Posyandu, Ibu Hamil, dan Ibu-ibu yang memiliki Batita (Bayi Tiga Tahun).
Menurutnya reses ini bermaksud menggali persoalan pengasuhan bayi sejak dalam kandungan hingga melewati Golden Age.
"Reses ini berfokus bagaimana agar bayi sejak lahir bisa mendapatkan cakupan gizi yang cukup, asi eksklusif, dan persiapan makanan setelah masa asi eksklusif (6 bulan pertama)," kata Ketua Golkar Tulungagung ini.
Cakupan gizi yang dimaksud pengetahuan tentang Makanan Pendamping Asi (MPASI), bahan, cara pembuatannya dan waktu yang tepat makanan tersebut diberikan kepada bayi.
Walaupun data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 prevalensi Stunting di Kabupaten Tulungagung sekitar 13.70 persen lebih rendah dibanding Jawa Timur 14,7 persen dirinya tetap berkomitmen untuk menurunkan prevalensinya dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu peserta reses Rina Yunita dari kecamatan Kedungwaru Tulungagung mengaku senang mendapat pengetahuan dan tukar pendapat terkait seputar tumbuh kembang anak.
Hal senada diungkapkan Fitri yang merasa terbantu dengan reses ini yang melibatkan dokter dalam menjelaskan persoalan kesehatan anak dan bayi termasuk MPASI.
