Surabaya (ANTARA) - Perusahaan asuransi Prudential Syariah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan dini dari risiko penyakit kritis yang terus meningkat di Indonesia.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan perlindungan kesehatan dan finansial kini menjadi kebutuhan mendasar, bukan sekadar pilihan.
“Risiko bisa datang kapan saja dan di mana saja. Karena itu, penting memiliki proteksi syariah sejak dini selagi sehat agar keluarga Indonesia dapat menjalani hidup dengan lebih tenang,” kata Vivin dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, menurut data, peningkatan kasus penyakit kronis menjadi ancaman nyata, karena pada 2024, jumlah kasus di Indonesia naik 11 persen dari 29,7 juta menjadi 33 juta.
Artinya, kata dia, satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalami lebih dari satu kondisi kronis.
Ironisnya, survei dari pihaknya menunjukkan sembilan dari sepuluh orang Indonesia menunda pengobatan karena biaya dan kurangnya informasi, padahal deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga 90 persen.
Sebagai bentuk solusi, Prudential Syariah menghadirkan produk PRUCritical Amanah (PCA), perlindungan penyakit kritis komprehensif yang memberikan manfaat sejak tahap awal diagnosis sesuai semangat “Lebih Awal Lebih Tenang.”
“PRUCritical Amanah memberikan perlindungan sejak tahap awal penyakit kritis dengan santunan hingga 25 persen atau maksimal Rp1 miliar. Peserta juga dibebaskan dari kontribusi setelah klaim disetujui, sehingga dapat fokus pada pemulihan,” ujarnya.
Produk tersebut, kata Vivin, juga menawarkan manfaat akhir kepesertaan hingga 100 persen santunan asuransi bagi peserta plan plus yang mencapai usia 85 tahun, sehingga dapat menjadi jaminan keberlangsungan hidup dan warisan keluarga di masa depan.
Melalui inovasi tersebut, ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dini terus meningkat.
“Dengan proteksi yang tepat, keluarga Indonesia bisa fokus mengejar mimpi tanpa khawatir risiko finansial akibat penyakit kritis,” tuturnya.
