Kalau masih ragu, kosongkan gelas, giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru
Surabaya (ANTARA) - Praktisi salah satu perusahaan asuransi syariah Raka Rosadi Putra mengungkapkan profesi tenaga pemasar dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan risiko dan kebutuhan modal yang relatif rendah.
“Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur persoalan modal, mulai dari biaya sewa tempat, pengadaan barang, hingga risiko kerugian pada tahap awal, sehingga mendorong sebagian orang mencari jalur lain yang lebih fleksibel," kata Agency Builder Prudential Syariah Raka Rosadi Putra dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, dirinya memilih profesi tersebut setelah membandingkan sejumlah peluang usaha dari sisi risiko dan potensi keuntungan.
Sementara, kata dia, data kependudukan menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar dari sisi usia produktif, dengan jumlah Generasi Z sekitar 74,93 juta jiwa dan milenial sekitar 69,38 juta jiwa yang aktif mencari peluang kerja dan usaha.
Di sisi lain, lanjutnya, Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 mencapai 3,29 persen, yang menunjukkan tren peningkatan meski masih perlu didorong agar lebih banyak masyarakat berani memulai usaha.
Selain itu, kata Raka, profesi tenaga pemasar dinilai memiliki fleksibilitas karena memungkinkan individu mengatur waktu kerja, membangun jaringan, serta mengembangkan kemampuan secara mandiri.
“Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen dan inklusi 13,41 persen, yang menunjukkan masih besarnya kebutuhan edukasi kepada masyarakat terkait perencanaan keuangan," ucapnya.
Tak hanya itu, kata dia, pada tingkat industri, capaian tenaga pemasar juga diakui melalui ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025 yang memberikan sejumlah penghargaan kepada tenaga pemasar berprestasi.
Raka menambahkan keberhasilan dalam profesi tersebut lebih ditentukan oleh konsistensi dan kemauan belajar dibandingkan besarnya modal awal.
“Kalau masih ragu, kosongkan gelas, giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026