Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten dan DPRD Tulungagung, Jawa Timur, bersama akademisi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UINSA) Tulungagung mendeklarasikan "Tulungagung Sehat Mental", Selasa.
Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya aplikasi pemeriksaan kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Rektor UINSA Tulungagung Abd. Aziz mengatakan, kesehatan mental memiliki dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal.
"Karenanya, kami mendorong adanya satu aplikasi kesehatan mental yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat," ujar Abd. Aziz.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui dan mengelompokkan jenis gangguan mental yang dialami, seperti skizofrenia, depresi, dan gangguan lain.
Upaya ini sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.
"Kesadaran terkait kesehatan mental perlu dimulai dari sekarang, mengingat maraknya kasus gangguan mental di masyarakat," katanya.
UINSA bersama Pemkab dan DPRD Tulungagung juga berencana mendorong lahirnya peraturan daerah (perda) tentang kesehatan jiwa sebagai landasan hukum bagi program tersebut.
Mengutip data World Health Organization (WHO) tahun 2019, Abd. Aziz menyebutkan sebanyak 970 juta orang di dunia mengalami gangguan jiwa.
Setelah pandemi COVID-19, tercatat 58 juta anak dan remaja (usia 0–19 tahun) dari generasi Z mengalami kecemasan, sementara 280 juta orang dewasa menderita depresi.
"Jika dikaitkan dengan kondisi Tulungagung yang banyak memiliki pekerja migran, maka anak-anak yang ditinggalkan sangat berpotensi mengalami tekanan mental dan perlu pendampingan," ujarnya.
UINSA Tulungagung menyatakan siap mendukung penuh melalui sumber daya manusia di Jurusan Bimbingan Konseling, Psikologi, dan bidang lain yang relevan.
Kampus juga tengah menyiapkan fasilitas untuk pemeriksaan kesehatan mental secara daring maupun luring.
"Namun kami membaca bahwa generasi muda lebih nyaman dengan sistem pengecekan online, sehingga itu yang akan kami prioritaskan lebih dulu," ungkap Abd. Aziz.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengapresiasi langkah UINSA dan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
"Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak orang di sekitar kita yang tertekan secara mental hingga nyaris bunuh diri. Karena itu, program ini sangat penting," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap membantu dari sisi regulasi. "Kalau dibutuhkan perda, kami akan mendukung dan mengupayakan sepenuhnya," kata dia.
