Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menormalisasi sejumlah sungai dan aliran air guna mengantisipasi potensi bencana banjir di wilayah rawan luapan setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Susanti Edi Peni mengatakan tujuan dilaksanakannya normalisasi tak lain untuk mengurai penyumbatan, pendangkalan dan penyempitan sungai akibat sedimentasi atau tumpukan sampah.
"Normalisasi ini meliputi pengerukan dasar sungai, pelebaran alur hingga memperdalam dan memperluas kapasitas sungai itu sendiri," kata Susanti di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya, hingga kini normalisasi sebagian telah selesai dilakukan dengan total panjang mencapai 22 kilometer di 20 titik yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Pada hari ini, Jumat (24/10), pihaknya melakukan normalisasi di pertemuan dua titik saluran pembuang jaringan irigasi Sumberjudeg dan saluran pembuang Jalan Sumberbanyubiru di wilayah Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Pasuruan.
Ia berkata, normalisasi sungai dan aliran air menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan dalam rangka mengurangi risiko banjir, terutama di wilayah rawan genangan seperti di Kecamatan Winongan, Rejoso, dan Gempol.
Lebih lanjut Susanti menegaskan bahwa pekerjaan normalisasi menggunakan dua metode yakni pekerjaan normalisasi menggunakan alat berat dengan anggaran mencapai Rp1,2 miliar, dengan serapan sebesar Rp 800 juta. Selain itu ada pula metode normalisasi manual dengan alokasi total anggaran mencapai Rp2,4 miliar yang telah terserap seluruhnya.
Dengan langkah ini, menurutnya, Pemkab Pasuruan berharap potensi banjir tahunan bisa diminimalisir, sekaligus menjaga kelancaran aliran air di wilayah hulu dan hilir yang merupakan kawasan padat penduduk.
