Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memasifkan normalisasi sungai pada musim hujan tahun ini untuk antisipasi banjir luapan sungai khususnya di wilayah yang kerap menjadi langganan banjir.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengemukakan, pemerintah daerah setempat mengambil langkah cepat antisipasi potensi banjir dengan melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan.
"Bulan Januari-Februari itu curah hujan cukup tinggi, oleh karena itu kebijakan saya sejak awal harus ada skenario mitigasi, yakni mitigasi dengan normalisasi sungai," katanya saat meninjau normalisasi sungai pembuangan avor C9 di Desa/ Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Senin.
Rio menegaskan bahwa mitigasi bencana telah dipersiapkan sejak jauh hari sebelumnya, dan fokus utamanya meminimalisir dampak kerugian masyarakat.
Pemkab Situbondo, lanjutnya, melakukan normalisasi di titik rawan dan dan berpotensi banjir, kendati secara administratif beberapa aliran sungai di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Selama pemkab punya alat berat, kami lakukan normalisasi di titik-titik rawan untuk mengurangi dampak banjir, yang biasanya terjadi di awal tahun pada Januari dan Februari," kata Bupati.
Ia menambahkan, normalisasi atau pengerukan sedimentasi termasuk pembersihan saluran air tersebut fokusnya di wilayah rawan banjir luapan sungai.
"Jadi, harapan kami dengan normalisasi menggunakan alat berat ini kapasitas tampung sungai bertambah dan dapat mencegah air meluap ke pemukiman warga," katanya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi fokus pengerukan sedimentasi adalah di Sungai Kecamatan Kendit dan Kecamatan Jangkar.
"Kalau yang di Sungai Kendit ini yang kami normalisasi sekitar 2 kilometer, sedangkan di Kecamatan Jangkar sepanjang 900 meter," katanya.
