Surabaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan kolaborasi modifikasi cuaca menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di sejumlah daerah di provinsi setempat.
Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda di sela peninjauan Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Baseops Lanudal Juanda di Sidoarjo, Senin, mengatakan operasi tersebut telah dilakukan tiga sorti, yakni pada Sabtu (13/9) satu sorti dan Minggu (14/9) dua sorti.
"Kegiatan ini bisa dilaksanakan berkat adanya komunikasi antara Gubernur Jatim dengan kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) serta BMKG, " ujar dia.
Ia mengatakan OMC dilaksanakan melalui kolaborasi dengan BNPB, BMKG, dan Puspenerbal Lanudal Juanda mulai 12 hingga 16 September 2025.
"Untuk hari ini, rencananya akan dilakukan tambahan enam sorti, tapi pelaksanaannya menunggu hasil pemantauan teman-teman BMKG," ujar Andhika Nurrahmad yang juga Sekretaris BPBD Jatim itu.
Berdasarkan data Tim OMC Jatim, kegiatan modifikasi cuaca yang dilakukan dengan pesawat Cessna Grand Carava 208B PK-DPI itu, telah menyasar langit udara wilayah Kabupaten Mojokerto, Tuban, Bojonegoro, perairan selatan dan timur Banyuwangi, serta wilayah Lamongan dan Tuban.
Kegiatan yang berlangsung tiga sorti ini telah menyemaikan bahan semai (NaCI) 2.400 kg dengan lama penerbangan sepanjang enam jam lima menit.
"Diharapkan, kegiatan ini bisa mengurangi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem di Jatim," katanya.
