Surabaya (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim menggandeng organisasi kemasyarakatan Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim memberikan pelatihan jurnalistik pada tim Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) organisasi tersebut.
Kadiskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepekaan terhadap kondisi media sosial hari ini.
"Jadi penetrasi internet di Jawa Timur itu sudah mencapai 82,19 persen artinya masyarakat Jawa Timur itu menggunakan internet," katanya di sela kegiatan bertajuk "Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital".
Ia mengatakan, saat ini internet sudah semakin cepat dan juga semakin efektif. Namun, di sisi lainnya juga ada dampak-dampak negatifnya seperti hoaks, disinformasi atau yang lainnya.
"Itu juga perlu mendapatkan perhatian," katanya.
Nah, kehadiran teman-teman jurnalis atau yang disebut KIM gitu ya oleh teman-teman LDII itu sangat tepat dan ini bagian dari literasi digital.
"Semoga apa yang dilakukan pada kegiatan ini memberikan manfaat untuk masyarakat," katanya.
Ketua DPW LDII Jatim Moch Amrodji Konawi dalam kesempatan yang sama mengatakan kegiatan ini ini merupakan diklat yang pertama di tahun 2026.
"Tentunya ini diklat yang sangat diharapkan oleh warga LDII yaitu jurnalis, karena di masing-masing kabupaten kota kami sudah mempunyai bagian KIM yaitu komunikasi informasi dan media," katanya.
Oleh karenanya, kata dia, para jurnalis-jurnalis yang ada di Kabupaten Kota nanti bisa menjadi jurnalis yang baik untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
"Terutama harus benar-benar perang terhadap hoaks," katanya.
Ia mengatakan, para peserta ini diharapkan bisa memberikan informasi apa adanya di lapangan dan tidak membuat fitnah.
"Ini sangat penting karena saat ini banyak sekali informasi-informasi yang ternyata bukan bukan yang sebenarnya dan diframing menjadi sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kebenaran," katanya.
