Madiun (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah pasokan LPG (elpiji) bersubsidi di wilayah Madiun Raya, Jawa Timur, sebagai upaya memastikan stok aman dan cukup dalam momentum libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dan akhir pekan.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangannya di Madiun, Jumat, mengatakan selama momentum libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, yakni Jumat, 5 September hingga Minggu, 7 September 2025, stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan.
"Momen libur panjang, produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler," ujar Ahad.
Ia mengatakan Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 60 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 915.960 tabung untuk seluruh wilayah Jawa Timur.
Khusus untuk di Kota Madiun, terdapat tambahan tabung elpiji bersubsidi hingga 7.840 tabung, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Madiun ada tambahan sebanyak 17.360 tabung, Ngawi 15.680 tabung, Magetan 12.880 tabung, Ponorogo 15.840 tabung, dan Pacitan 10.080 tabung.
"Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang Maulid Nabi, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend kali ini dengan tenang," katanya lagi.
Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak 'panic buying' dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, mengingat LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus bagi masyarakat yang kurang mampu, serta menggunakan LPG non-subsidi (Brightgas) bagi masyarakat yang mampu.
