Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Massa aksi unjuk rasa solidaritas pengemudi ojek online (ojol) yang tewas hingga Jumat malam masih bertahan di kawasan pusat Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Basuki Rachmat mengarah ke Tunjungan Plaza.
Dari pantauan ANTARA, hingga pukul 22.30 WIB massa telah dipaksa mundur menuju Jalan Kombes Pol M Duryat dekat Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Timur, setelah sebelumnya berada di depan Polsek Tegalsari, di kawasan tersebut.
Saat ini barikade polisi yang awalnya berada di sekitar Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalsari telah maju hingga pertigaan Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Kombes Pol M Duryat.
Kondisi di lapangan, massa yang turun ke jalan sempat berhamburan karena panik setelah pihak kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi massa.
Terpantau, pos polisi yang ada di pertigaan Jalan Kombes Pol M Duryat atau berada di seberang gedung Dyandra Convention Hall juga roboh dan dibakar massa.
Hingga kini polisi masih berusaha mengamankan kondisi Jalan Raya Basuki Rahmat dengan menutup jalan di depan pertigaan Jalan Kombes Pol M Duryat, termasuk di pertigaan Jalan Gayam arah Jalan Panglima Sudirman Surabaya.
Terlihat juga beberapa kendaraan Brigade Mobil (Brimob) dan sebuah mobil pemadam kebakaran turut berjaga di belakang barikade polisi di sekitar dua titik pertigaan tersebut.
Pihak kepolisian juga terpantau mengimbau pengunjung beberapa hotel di sepanjang Jalan Basuki Rahmat yang menyaksikan aksi tersebut untuk segera masuk ke dalam gedung demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Sebagai informasi, unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jawa Timur, Jumat sempat diwarnai kericuhan dan mengakibatkan belasan sepeda motor yang terparkir terbakar.
Ratusan demonstran tersebut melakukan aksi solidaritas untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di Jakarta.
Massa aksi solidaritas masih bertahan di pusat Kota Surabaya
Jumat, 29 Agustus 2025 22:40 WIB
Polisi berjaga dengan membuat barikade di Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (29/8/2025) pukul 22.30 WIB. (ANTARA/Fahmi Alfian)
