Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyosialisasikan Satgas Penanganan Premanisme dan sistem parkir portal dan digital kepada para pengusaha kafe dan restoran supaya aman dan nyaman berinvestasi di kota setempat.

Ia mengatakan, apabila para pengusaha mengalami kesulitan, tidak nyaman dalam pembangunan, dan perparkiran di tempat usahanya yang disebabkan oleh oknum tertentu, maka bisa langsung menghubungi Satgas Penanganan Premanisme.

"Satgas Penanganan Premanisme ini itu terdiri dari semua Forkopimda yang ada di Kota Surabaya, jadi ketika lapor maka kami turunnya langsung bersamaan. Jadi, ketika lapor maka kami turunnya langsung bersamaan, dan prosesnya sangat cepat, 2 kali 24 jam itu harus sudah selesai dan tertangkap," ujarnya di sela kegiatan sosialisasi di Balai Kota Surabaya, Jumat.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu memastikan Satgas Penanganan Premanisme ini tanpa dipungut biaya alias gratis dan pelapor bisa menghubungi Call Center (CC) 112 dan Call Center Polri 110.

"Tugas kami adalah menjaga keamanan dan menjaga kenyamanan untuk pengusaha yang ada di Kota Surabaya," katanya.

Ia mengatakan, pengusaha di Kota Surabaya ini juga memberikan pembayaran pajaknya.

"Pembayaran pajak itu digunakan untuk sekolah gratis, untuk kesehatan gratis, untuk membangun rumah tidak layak huni. Karena itulah, kami akan menjaga amanah itu agar mereka merasa nyaman dan (pajak) tersalurkan dengan baik," tutur Cak Eri.

Cak Eri menjelaskan, sebelumnya jajaran Satgas Anti Mafia Tanah yang juga bagian dari Satgas Penanganan Premanisme sudah bergerak, setelah menerima laporan masyarakat adanya permasalahan soal sertipikat tanah.

"Sudah ada satu kasus yang berjalan, masuk dan sudah berjalan. Sekarang langsung proses di pengadilan untuk pembuktian siapa yang benar," ujarnya.

Ia turut memberi imbauan kepada seluruh pengusaha kafe dan restoran agar menggunakan sistem parkir portal atau mesin digital EDC (electronic data capture).

“Yang punya lahan sendiri, dan lahan parkirnya di dalam tempat usahanya sudah menggunakan nontunai. Seperti ada beberapa ruko menggunakan gate system. Tapi, kalau tidak ada ya menggunakan alat yang saya bawa tadi (EDC), di alat itu bisa pakai QRIS dan semua kartu e-tol (e-money)," ujarnya



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026