Jakarta (ANTARA) - Rally Dakar 2026 kembali digelar sebagai ajang reli off-road paling ekstrem yang menguji ketahanan teknologi otomotif, baik dari sisi performa mesin maupun keandalan kendaraan di kondisi lintasan dan cuaca ekstrem.
Bergulir pada 3–17 Januari di Arab Saudi, Dakar 2026 menghadirkan lintasan ribuan kilometer yang melintasi gurun pasir, jalur berbatu, serta suhu tinggi. Karakter tersebut menjadikan setiap etape sebagai ujian konsistensi teknologi dalam bekerja maksimal selama lebih dari dua pekan perlombaan.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy Welmart Purba mengatakan Dakar memiliki tantangan berlapis karena kendaraan dipaksa beroperasi terus-menerus tanpa ruang kesalahan.
“Dakar menjadi ajang pembuktian karena seluruh performa diuji secara nyata di kondisi ekstrem, bukan melalui simulasi,” kata Welmart dalam keterangan tertulis, Jumat.
Pada Dakar 2026, sejumlah mitra teknis terlibat mendukung tim dan pembalap di berbagai kategori lomba. Dukungan teknis di ajang ini kerap dijadikan tolok ukur industri otomotif karena mencerminkan performa kendaraan dalam tekanan ekstrem jangka panjang.
Salah satu kategori yang kembali menjadi sorotan adalah kelas Original by Motul, yakni kategori bagi peserta yang berkompetisi tanpa dukungan kru teknis. Kelas ini dikenal menguji ketangguhan mandiri karena pembalap harus merawat dan memastikan kendaraan mereka tetap berfungsi sepanjang reli.
Rally Dakar 2026 juga mendapat perhatian publik Indonesia dengan keikutsertaan pereli nasional Julian Johan atau Jejelogy. Kehadirannya menandai kembalinya Indonesia ke ajang Dakar setelah absen selama 14 tahun.
Jejelogy menjalani debutnya di Dakar bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi. Pada keikutsertaan perdananya, ia memilih fokus menyelesaikan lomba dengan menjaga kondisi kendaraan dan tim tetap prima di setiap etape.
Bagi Motul Indonesia, keterlibatan Jejelogy memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga sebagai representasi kehadiran pembalap Indonesia di ajang motorsport global.
“Ketika pembalap Indonesia berani tampil di Dakar, ini menunjukkan bahwa standar performa dunia juga relevan bagi pasar dalam negeri,” ujar Welmart.
Selama lebih dari empat dekade, Rally Dakar dikenal sebagai ajang seleksi alam bagi manusia dan mesin. Tidak semua kendaraan mampu bertahan hingga garis finis, dan tidak semua teknologi sanggup mempertahankan performa di bawah tekanan ekstrem.
Pewarta: Muhammad RamdanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026