Kediri (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur mendirikan perpustakaan bertaraf nasional di area lapas sebagai bentuk dukungan literasi bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kasi Binadik Lapas Kelas II A Kediri Harry Suryadi Poespo Hardjono mengatakan pendirian perpustakaan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri.
"Hadirnya perpustakaan nasional di dalam lapas merupakan capaian penting sekaligus wujud nyata sinergi antarinstansi," katanya di Kediri, Jumat.
Harry juga menambahkan minat baca warga binaan sebenarnya cukup tinggi kendati mereka berada di lapas.
“Tidak jarang perpustakaan kami ramai dipenuhi pembaca dari berbagai kamar hunian. Dengan hadirnya perpustakaan nasional ini, harapan kami literasi warga binaan semakin meningkat, begitu juga dengan wawasan mereka,” kata dia.
Pihaknya juga memberikan apresiasi atas dukungan dari pemkot terkait dengan berdirinya perpustakaan di Lapas Kediri ini.
Pihaknya menyebut momen ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya jajaran Disarpus Kota Kediri hadir langsung di tengah-tengah warga binaan.
“Kami merasa terhormat dan bersemangat, karena kehadiran ini memberi energi baru untuk pembinaan,” kata Harry.
Pihaknya menambahkan, berdirinya Perpustakaan Tunas Harapan Lapas Kediri ini tidak hanya memperkuat fungsi pembinaan kepribadian, tetapi juga membuka jalan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan.
Literasi ini bisa menjadi pijakan bagi warga binaan dan perpustakaan tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuhnya harapan baru.
Perpustakaan bertaraf nasional tersebut diberi nama “Perpustakaan Tunas Harapan Bangsa Lapas Kediri”. Penyerahan sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri Eko Lukmono Hadi.
Eko mengajak warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk membiasakan diri membaca.
Ia juga menegaskan, perpustakaan di Lapas Kediri ini sudah berstandar nasional dan koleksi bukunya terus diperbarui, sehingga warga binaan kini punya ruang belajar yang tidak kalah dengan masyarakat di luar.
“Literasi bisa datang dari mana saja. Tidak hanya dari buku, tapi juga lewat program pembinaan dan berbagai pengalaman hidup. Yang penting ada kemauan untuk belajar,” kata Eko.
Acara penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Lapas Kediri. Selain jajaran Disarpus Kota Kediri, hadir pula Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI, pejabat struktural Lapas Kediri, serta para warga binaan yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Usai penyerahan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film edukasi bertajuk “Satu Layar, Literasi Cinema: Memetik Ilmu, Menanam Asa”. Program hasil kolaborasi Disarpus Kota Kediri dan Relawan Literasi, yang mengajak warga binaan untuk belajar lewat medium yang berbeda: layar lebar, dengan pesan-pesan sarat makna.
