Bojonegoro (ANTARA) - Universitas Bojonegoro (Unigoro) Jawa Timur bersama Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) berupaya memperkuat peran mahasiswa Fakultas Hukum (FH) kampus setempat dalam memahami persoalan isu-isu pertambangan.
Kaprodi Hukum Unigoro, Gunawan Hadi Purwanto, SH., MH., Kamis mengatakan bahwa kolaborasi antara Unigoro dengan JATAM langkah awal memperkuat kerjasama strategis dimulai pelatihan isu-isu hukum pertambangan dan advokasi lingkungan.
"JATAM dikenal sebagai organisasi yang aktif menangani persoalan pertambangan ilegal dan advokasi lingkungan di Indonesia, agar mahasiswa hukum Unigoro memahami isu-isu hukum pertambangan," katanya.
Menurut Gunawan, pelatihan hukum pertambangan yang diikuti mahasiswa FH Unigoro semester empat dan enam Unigoro dilaksanakan mulai 27 sampai 29 Agustus dengan menghadirkan narasumber dari praktisi dan akademisi yang kompeten di bidangnya.
"Harapannya mahasiswa mampu memahami secara komprehensif berbagai permasalahan hukum terkait pertambangan dan terlibat langsung dalam upaya perlindungan ruang hidup," jelasnya.
Sementara itu koordinator JATAM, Melky Nahar di Bojonegoro memaparkan materi tentang peta krisis ekologi nasional dan lokal.
Melky banyak mengupas secara rinci isu-isu seputar migas dan pertambangan galian C dan menyoroti potensi tindak pidana korupsi dalam sektor perizinan mineral dan batu bara (minerba). Mulai dari tahap pra perizinan, perizinan, pembinaan, pengawasan, hingga penegakan hukum.
"Seluruh proses ini perlu dipahami secara menyeluruh agar mahasiswa dapat mengidentifikasi celah hukum yang kerap dimanfaatkan dalam praktik pertambangan,” katanya.
