Foto Cerita: Geliat Imajinasi Digital di Kota Kreatif
- 20 Januari 2026 08:45
Pengunjung melihat layar saat peluncuran logo Malang City Of Media Arts di Gedung Malang Creative Center (MCC), Jawa Timur, Sabtu (8/11/2025). Kota Malang resmi diakui dan menjadi bagian UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang media arts atas hasil kerja keras para kreator digital yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pusat. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Pengunjung berinteraksi dengan fasilitas digital di City Planning Galery, Malang Creative Center (MCC), Jawa Timur, Senin (3/11/2025). Inovasi media arts tersebut ditampilkan melalui instalasi interaktif di dinding MCC sebagai fasilitator utama, memperkuat gelar UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Pekerja kreatif melihat tampilan animasi melalui ponsel di depan karakter Intellectual Property (IP) animasi Baby Zu di Mocca Studio, Malang, Jawa Timur, Senin (2/12/2024). Film animasi tersebut dikembangkan khusus sebagai konten edukasi dengan fokus dampak sosial yakni membantu balita dengan keterlambatan bicara. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Ilustrator dan animator bekerja di kantor Mocca Studio, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). Mocca Studio adalah salah satu studio digital terbesar yang memberdayakan lebih dari 170 tenaga kerja. Mocca menjadi vendor terpercaya bagi klien dari Amerika Serikat hingga Eropa. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Konsep ide yang tertulis di nota tempel dan hasil karya Artificial Intelegence (AI) terpampang di ruang kerja Prime Time Digital, di Malang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). Salah satu karya mereka, Juli 1947, adalah contoh bagaimana teknologi digital digunakan untuk merekonstruksi dan merayakan sejarah lokal. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
CEO Prime Time Digital Endrita Agung Wicaksono (kiri), berdiskusi dengan timnya di ruang dapur kantornya di Malang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). Dengan keterbatasan ruang justru mendorong lahirnya ide-ide yang kontras dan inovatif bagi mereka. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
CEO Ariverse Studio, Muhammad Ali Zulfikar menunjukkan proyek gim terbaru berjudul Night Watch at The Gallery di Malang Creative Center, Jawa Timur, Kamis (6/11/2025). Karya ini menjadi bukti nyata kemampuan kreator daerah dalam mengolah narasi dan teknologi menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai ekspor tinggi di pasar digital dunia. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
CEO Ariverse Studio, Muhammad Ali Zulfikar (kanan) berdiskusi dengan tiga rekannya di ruang animasi dan gim di Malang Creative Center, Jawa Timur. Kamis (6/11/2025). Zulfikar memanfaatkan fasilitas ruang di MCC sebagai studio pertama untuk mengerjakan beberapa proyek gim maupun aplikasi berbasis Augmented Reality (AR). Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Kolase foto portait kreator digital CEO Ariverse Studio, Muhammad Ali Zulfikar (kiri), CEO Mocca Studio (Irwanto (tengah) dan CEO Prime Time Digital, Endrita Agung Wicaksono (kanan) di Malang, Kamis (7/11/2025). Ketiganya merupakan representasi keberagaman industri kreatif Malang yang membawa narasi lokal ke pasar internasional melalui gim, konten AI, dan animasi. Antara Jatim/ Ari Bowo Sucipto
CEO Prime Time, Endrita Agung Wicaksono mengerjakan proyek periklanan di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/11/2025). Semangat dedikasi dan eksplorasi menjadi fondasi kuat bagi ekosistem industri digital di Malang. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Lanskap kawasan Malang Creative Center (MCC) yang menjadi pusat inkubasi talenta digital di Malang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). Gedung tersebut merupakan titik temu para kreator digital, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memajukan ekonomi kreatif sekaligus menjadi simbol keberhasilan Kota Malang meraih gelar UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Media Arts. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto