Bojonegoro (ANTARA) - Universitas Bojonegoro (Unigoro) Jawa Timur mendorong pemerintah kabupaten setempat untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah tersebut dengan mengoptimalkan keberadaan tenaga pendamping.

"Melalui tenaga pendamping BUMDes, Pemkab Bojonegoro harus mampu mengembangkan dan meningkatkan unit usaha yang ada di desa-desa," kata Dekan FISIP Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si. di Bojonegoro, Kamis.

Dikatakan Taufiq, rekrutmen tenaga pendamping BUMDes ada tahapan yang harus dilalui seperti menggali inovasi, program pemberdayaan atau pendampingan BUMDes yang akan dilakukan para pendamping tersebut.

Pendamping juga harus mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas BUMDes, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan usaha di tingkat desa.

"BUMDes adalah lokomotif peningkatan ekonomi di tingkat desa supaya dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Machmudin menerangkan, sebanyak 1.579 peserta mengikuti seleksi untuk menempati 28 posisi sebagai pendamping BUMDes di setiap kecamatan.

Untuk menjaga netralitas dan independensi proses rekrutmen pendamping BUMDes, Pemkab Bojonegoro menggandeng Unigoro. Diharapkan dengan langkah tersebut tenaga pendamping BUMDes terpilih memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai.

"Sehingga pendamping dapat melakukan pendampingan terhadap pengelolaan dan pengembangan usaha BUMDes, meningkatkan pendapatan BUMDes dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta masyarakat desa,” katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026