Bojonegoro (ANTARA) - Universitas Bojonegoro (Unigoro) meminta pemerintah daerah segera menyiapkan kawasan hutan lindung untuk menjaga keanekaragaman hayati di wilayah setempat, setelah ditemukannya 27 jenis anggrek larat hijau (Dendobrium capra) endemik Bojonegoro.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Laily Agustina, di Bojonegoro, Senin mengatakan bahwa setelah adanya penemuan itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro bisa segera berkomunikasi dengan perhutani setempat.
"Untuk menentukan kawasan lindung anggrek larat hijau dan Perhutani juga harus mendukung meskipun statusnya hutan produksi," kata Laily, Senin.
Laily menjelaskan, dengan ditemukannya 27 anggrek larat hijau di Makam Terminal Betek dan kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dodol di Kecamatan Gondang, menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan keanekaragaman hayati di wilayah setempat.
Terlebih, lanjutnya, Dendobrium capra sudah masuk dalam data berkas pengajuan pengakuan Geopark Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
"Sehingga beberapa sampel anggrek larat hijau akan direintroduksi ke wilayah yang mudah dijangkau, agar saat penilaian UGGp oleh penilai dapat melihat dengan jelas dan mudah," jelas Laily.
Menurutnya, eksplorasi anggrek ini tidak sekedar menelusuri habitat hutan jati yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya anggrek, namun sebagai observasi visual pada batang dan cabang pohon.
Selain itu, juga dilakukan dokumentasi foto sebagai bukti temuan dan mencatat data lokasi maupun jenis anggrek. Anggrek larat hijau pada umumnya tumbuh pada pohon jati tua dengan usia rata-rata lebih dari 50 tahun.
"Pohon jati tersebut memiliki karakter kulit batang yang lebih kasar, stabil dan mampu menahan kelembapan, sehingga cocok untuk anggrek epifit menempel dan berkembang," katanya.
Unigoro minta Pemkab Bojonegoro siapkan hutan lindung anggrek endemik
Senin, 16 Februari 2026 16:36 WIB
Tim eksplorasi anggrek endemik Bojonegoro dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro saat mencari anggrek larat hijau. (ANTARA/HO-Humas Unigoro)
