Malang Raya (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu segera melakukan pemetaan terkait potensi lokasi parkir dan menyiapkan kajian baru untuk meningkatkan capaian retribusi dari sektor parkir tepi jalan.
"Dalam waktu dekat saya bersurat ke pimpinan terkait kajian terbaru untuk memetakan potensi parkir yang ada," kata Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa,
Hendry menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan karena saat ini baru satu wilayah saja yang dikatakan benar-benar memiliki potensi, yakni di Kecamatan Batu dari total tiga kecamatan di wilayah tersebut.
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pada lokasi tersebut memiliki deretan pertokoan, kafe, hingga Alun-Alun Kota Batu dan selama ini lokasi parkir resmi tepat di sisi jalan.
"Memang ada lokasi lain yang sebetulnya memiliki potensi tetapi sekarang tidak berpotensi, seperti di Payung. Maka dari itu, kami terus berusaha untuk meningkatkan potensi retribusi di titik-titik potensi," ucapnya.
Selain itu, dia menyebut juga akan melakukan penguatan pada sistem administrasi, salah satunya dengan menerapkan sistem parkir elektronik.
Apalagi, sampai saat ini capaian retribusi parkir tepi jalan secara keseluruhan masih terbilang minim, yakni baru senilai Rp1 miliar dari total target 2025 sebesar Rp7 miliar.
"Sekarang baru Rp1 miliar, nanti Desember kemungkinan bisa Rp1,5 miliar. Harapan saya bisa Rp2 miliar," ucapnya.
Menurutnya dengan pola yang dibentuk diharapkan retribusi parkir akan bisa masuk lebih maksimal dan target yang dipatok akan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, Hendry memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan parkir tetap digalakkan, sebagai upaya mengantisipasi potensi kebocoran retribusi.
"Retribusi parkir ini bermanfaat untuk pendapatan asli daerah, kami selama ini terus melakukan semua tindakan agar tidak ada kebocoran," ujar dia.
