Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, mempertahankan dua tahun berturut-turut sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) atas mewujudkan lingkungan aman, nyaman, dan ramah, bagi tumbuh kembang anak.
"Kami bersyukur upaya menciptakan ruang yang nyaman bagi tumbuh kembang diberikan apresiasi dan upaya ini adalah komitmen kami semua untuk menjadikan Banyuwangi semakin ramah anak," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya di Banyuwangi, Sabtu.
Ia menyampaikan penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif semua pihak dan menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi anak-anak Banyuwangi.
Menurut Ipuk, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dari jajaran pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, termasuk TNI/Polri hingga para orang tua yang berperan aktif menjaga dan mendukung hak-hak anak.
Ia menyatakan akan terus menghadirkan berbagai program yang berpihak pada anak, antara lain melalui penyediaan fasilitas publik ramah anak, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ruang kreatif sebagai media partisipasi anak.
"Kami juga aktif memberikan ruang dan membuka konsultasi bagi anak dan remaja, sebagai upaya menjaga kesehatan mental mereka. Selain itu kami juga rutin menggelar musrenbang anak, mendengarkan aspirasi mereka dan mengupayakan program yang menjadi rekomendasi mereka," kata Bupati Ipuk.
Bupati mengaku selalu mengajak seluruh elemen masyarakat aktif menciptakan lingkungan yang ramah anak.
"Ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. Kita semua harus punya peran untuk menciptakan daerah yang ramah anak," tuturnya.
Penghargaan itu diberikan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) Komjen Pol Eddy Hartono dan diterima Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini, di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Jumat (8/8) malam.
