Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mempelajari berbagai inovasi yang selama ini dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2).
"Kami lihat Banyuwangi sudah lebih advance, dan kami datang bersama jajaran untuk belajar banyak hal dari sini, utamanya terkait digitalisasi pelayanan publik," kata Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Rabu.
Bupati Ahmad bersama Wakil Ketua DPRD dan segenap Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Seruyan ingin melihat langsung proses layanan di sejumlah tempat pelayanan publik hingga berdiskusi dengan beberapa OPD.
Menurut Ahmad, Pemkab Seruyan sebelumnya menjadi satu dengan Kabupaten Kotawaringin Timur, kemudian mengalami pemekaran wilayah pada tahun 2002.
"Di usia Seruyan yang masih sangat muda, kami terus menggali potensi unggulan yang bisa dioptimalkan lebih lanjut, selain digitalilasi layanan, kami juga ingin belajar bagaimana Banyuwangi mengembangkan pariwisata serta mempromosikan daya saing daerahnya, sehingga kami juga bisa maju seperti Banyuwangi," katanya.
Ahmad menyampaikan Banyuwangi sangat tepat dipilih sebagai jujukan belajar dan berkat inovasinya, Banyuwangi meraih beragam prestasi.
"Semua ilmu dari Banyuwangi akan kami adopsi dan diterapkan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan perekonomian Kabupaten Seruyan," ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan hingga saat ini Banyuwangi juga masih terus berproses.
"Tiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda, silakan menerapkan apa yang kira-kira cocok, semoga setelah kembali, banyak hal yang bisa dilakukan untuk percepatan pembangunan Kabupaten Seruyan," kata Ipuk.
