Banyuwangi (ANTARA) - Satuan Tugas Pangan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah pasar tradisional menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dan hasilnya harga bahan pokok relatif stabil meskipun terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto menyampaikan sidak dilakukan bersama tim yang terdiri dari pemkab, kepolisian dan Bulog untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan 1447 H.

"Memang ada kenaikan harga, salah satunya pada cabai rawit sampai Rp75.000 per kilogram, meski demikian stoknya aman, begitupun dengan bahan pokok lainnya juga masih aman," kata Danang Hartanto di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Dalam sidak tersebut, lanjut Danang, tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Dinas Pertanian dan pangan setempat, Banyuwangi juga melakukan rapid test pada daging yang dijual di pasar dalam upaya mengantisipasi adanya daging oplosan dan mengandung bahan kimia berbahaya.

"Hasilnya, daging yang beredar di pasaran aman, halal dan layak konsumsi, sebelumnya kami juga telah melakukan pengecekan di rumah potong hewan (RPH) sebelum daging diedarkan," katanya.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari mengimbau masyarakat tidak panic buying, stok beras dan minyak di Gudang Bulog sangat aman mencukupi permintaan pasar.

"Stok beras kami mencapai 94.000 ton, ini sangat mencukupi kebutuhan Banyuwangi, dan bahkan bisa suplai ke daerah yang defisit beras seperti Papua, NTT dan Bali," katanya.

Dia menyebutkan, untuk minyak goreng rakyat kuotanya juga bertambah, dan Bulog juga memastikan harga yang dijual di pasaran sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter, karena setiap kios yang disuplai Bulog dipasangi banner dan stiker serta himbauan agar tidak menjual di atas harga yang ditentukan.

"Apabila nanti terjadi pelanggaran, pasti kami akan memberikan surat peringatan, dan bisa-bisa nanti kami suspend, kami putus, tidak kita suplai lagi," kata Dwiana.

Dia menambahkan, untuk memastikan harga terkendali, Bulog bersama Pemkab Banyuwangi dan Bank Indonesia akan menggencarkan operasi pasar di tiap kecamatan dan pusat keramaian di Banyuwangi setiap harinya, sesuai jadwal hingga 16 Maret mendatang.

"Upaya yang kami lakukan ini untuk memastikan pasokan tetap aman, inflasi terkendali, serta tetap sesuai dengan ketentuan," ujar dia.

 

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026