Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong para nelayan setempat menggarap hilirisasi dan tidak hanya menjual ikan hasil tangkapan untuk menambah pendapatan mereka.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, dengan melakukan hilirisasi melalui pengolahan hasil tangkapan ikan menjadi produk turunannya seperti abon, kerupuk ikan dan produk lainnya, nelayan bisa mendapatkan nilai tambah.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto saat ini mendorong hilirisasi, jadi saat tidak bisa melaut karena kondisi cuaca tidak mendukung, nelayan tetap memiliki sumber penghasilan," kata Ipuk saat menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu tangkap ikan kepada kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jumat.

Bupati juga menyampaikan telah meminta Dinas Perikanan setempat untuk membuka pelatihan yang diperlukan bagi keluarga nelayan, sehingga para nelayan lebih berdaya.

Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan, yakni 12 mesin kapal berbahan bakar bensin yang dibagikan kepada dua kelompok nelayan Blimbingsari, satu kelompok nelayan Banyuwangi, dan satu kelompok nelayan Wongsorejo, ada pula bantuan 10 unit jaring dan 50 jaket pelampung kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB).

"Semoga bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan bapak-bapak nelayan, karena menangkap ikannya bisa semakin jauh dan semakin cepat serta mudah," kata Bupati Ipuk.

Dalam kesempatan itu, dia meminta agar bantuan dari pemerintah dimanfaatkan dengan baik, seperti life jacket ditujukan agar keamanan nelayan terjamin.

"Life jacket ini terutama sangat berguna bagi nelayan kapal tradisional, tadi beberapa nelayan memang mintanya dibantu jaket pelampung," kata Ipuk.

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026