Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang melakukan analisa pada konsep konektivitas wilayah yang akan dihubungkan dengan dua daerah lain di Malang Raya, yakni Kota Malang dan Kota Batu.
Kepala Bappeda Malang Tomie Herwanto di Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan terdapat dua poin terkait konektivitas wilayah yang sudah dibahas dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Pemkot Batu, yakni soal infrastruktur jalan dan moda angkutan umum.
"Kami analisa apa yang akan menjadi satuan konektivitas, dari situ ada pemenuhan untuk infrastrukturnya, berarti berkaitan dengan jalan. Terus, mudah-mudahan bisa terwujud tentang konektivitas transportasi," kata Tomie.
Untuk infrastruktur, Tomie menyatakan bahwa pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen menjadi kebutuhan yang coba diwujudkan.
"Paling tidak kan ini sudah menghubungkan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang," ucapnya.
Realisasi Jalan Tol penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang sampai saat ini masih terus dibahas, termasuk menemukan formulasi percepatan pembangunannya.
"Jadi kami mensinergikan itu," ujar dia.
Lalu, dari sisi transportasi, dia menyebut jenis yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang adalah sky train, dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti luasan jalan hingga kemudahan akses bagi masyarakat.
Dia membeberkan rencana pembangunan awal jalur sky train, khusus di wilayah Kabupaten Malang sepanjang 10 kilometer.
"Ini semua akan kami gali dan kami lakukan pembicaraan bagaimana bisa dilakukan bersama. Karena Kabupaten Malang menjadi tempat ataupun yang mengelola paling besar," ucapnya.
Nantinya, sky train dari Kabupaten Malang dengan panjang 10 kilometer akan terhubung masuk ke Kota Malang dan Kota Batu.
"Kemarin sempat mengajukan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), tetapi masih berproses. Kami juga mengajukan opsi (pembiayaan) apakah itu di handle penuh oleh pusat atau dengan pola KPBU," tutur dia.
Tomie berharap serangkaian wacana pengembangan wilayah ini bisa terwujud, sehingga bisa menjadikan Malang Raya sebagai wilayah megapolitan.
"Salah satu persyaratan megapolitan, itu kan harus ada konektivitas ketiga wilayah ini," katanya.
