Surabaya, Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas dedikasinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional pada 2025.
"Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima," kata Gubernur Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jatim, Kamis.
Penghargaan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 diberikan kepada Khofifah atas kontribusi signifikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional pada 2025.
"Penghargaan ini adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), kepala daerah serta forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan berbagai dukungan Kementerian Pertanian," ujarnya.
Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Januari 2026, produksi padi Jawa Timur mencapai 12.694.148 ton gabah kering panen (GKP) atau 10.557.883 ton gabah kering giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6.096.344 ton.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat produksi padi sebesar 9,27 juta ton GKG dan beras 5,35 juta ton, sekaligus mengukuhkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
Jawa Timur mengungguli Jawa Barat dengan produksi 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras, serta Jawa Tengah dengan 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras pada 2025.
"Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan," tegas Khofifah.
Ia menjelaskan keberhasilan tersebut didorong berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul, hingga pengelolaan irigasi melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.
Luas panen padi Jawa Timur juga meningkat dari 1.616.985 hektare pada 2024 menjadi 1.842.519 hektare pada 2025 atau naik 13,95 persen, ditopang luas tambah tanam (LTT) padi sebesar 2.426.073 hektare.
"Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89 persen sepanjang 2020-2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak," ujarnya.
Khofifah menekankan capaian swasembada pangan merupakan simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya, sekaligus diiringi peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.
"Kami persembahkan penghargaan ini secara khusus untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga tahun 2025 ini," katanya.
Presiden Prabowo Subianto saat penyerahan penghargaan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah atas dukungan mewujudkan Swasembada Pangan 2025.
"Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa," ujar Presiden Prabowo.
Presiden pun optimistis Swasembada Pangan 2025 akan memperkuat pertumbuhan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
