Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan kebijakan yang disoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasuruan dalam pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung program prioritas nasional maupun daerah.
Hal ini merupakan jawaban pemerintah atas pandangan para fraksi di DPRD Pasuruan dalam rapat paripurna sebelumnya yang membahas tentang P-APBD tersebut.
"Kami berterima kasih atas segala masukan, saran, dan apresiasi yang disampaikan oleh seluruh fraksi. Ini menjadi bagian dari semangat kita bersama untuk membangun Pasuruan yang lebih baik, adil, dan merata," kata Rusdi dalam keterangannya di Pasuruan, Senin.
Menanggapi pandangan Fraksi PKB tentang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia menyebutkan akan mempertahankan capaian-capaian yang sudah diperoleh dan akan terus meningkatkan potensi PAD di berbagai sektor.
Sementara terkait efisiensi anggaran yang disoroti oleh Fraksi PDI-P, Rusdi menjelaskan efisiensi belanja dan realokasi anggaran belanja akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan sanitasi, bidang pendidikan dan bidang kesehatan yang semuanya dialokasikan pada belanja modal.
Selanjutnya kepada Fraksi Gerindra yang memberikan apresiasi atas pencapaian dan pengelolaan fiskal daerah, Rusdi menyampaikan pencapaian itu merupakan hasil kerja kolektif antara eksekutif dan legislatif.
Ia pun berkomitmen menjaga harmonisasi dan sinergi agar program-program pembangunan dapat berjalan maksimal.
Rusdi juga menjawab Fraksi Golkar yang menyinggung soal akurasi program prioritas dan penyerapan anggaran strategis.
Menurutnya, seluruh penyesuaian telah mempertimbangkan kinerja anggaran sebelumnya dan arahan kebijakan nasional, termasuk terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga Sekolah Rakyat.
"Program prioritas pusat seperti MBG dan Sekolah Rakyat sangat relevan dengan misi daerah. Kami terus menyelaraskan agar tidak terjadi tumpang tindih, justru saling memperkuat," katanya.
Di lain sisi dalam menjawab Fraksi PKS yang menyoroti urgensi pengangguran dan kemiskinan, Rusdi menuturkan pihaknya menyiapkan strategi pengurangan pengangguran terbuka melalui pelatihan kerja berbasis potensi lokal, pengembangan UMKM, dan pembukaan ruang investasi padat karya.
Terakhir dalam menjawab Fraksi Gabungan NasDem, Demokrat, PPP dan Gelora, ia menyatakan proyeksi terhadap pendapatan daerah baik pajak daerah, retribusi daerah, dana perimbangan, dan PAD lainnya tersebut merupakan estimasi yang sudah terukur dengan melihat potensi dan realisasi penerimaan di tahun-tahun sebelumnya.
