Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kota Probolinggo, Jawa Timur, perkuat posisi perusahaan dalam membangun sistem tata kelola perusahaan yang baik, produktif, taat aturan, dan mendukung nasabah, melalui sejumlah program.
Pemimpin Cabang PNM Kota Probolinggo, Agung Prihantoro, menjelaskan bahwa upaya yang ditempuh PNM Probolinggo dalam memastikan hal tersebut melalui program kerja sama dan kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Probolinggo, Jawa Timur.
"Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dengan memperkuat pemahaman hukum, meminimalkan risiko hukum, serta mendukung mitigasi risiko, pencegahan suap atau fraud, dan pemulihan kredit bermasalah, yang selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan," kata Agung dalam keterangannya di Probolinggo, Rabu.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pondasi penting dalam menjaga keberlanjutan dan integritas sebuah lembaga keuangan melalui tata kelola yang baik dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi, membangun budaya kerja yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada etika bisnis di setiap lini organisasi.
Sejalan dengan penguatan internal, PNM juga terus meningkatkan layanan kepada nasabah melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Agung menyatakan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Unit Purwosari, memfasilitasi pengembangan modal intelektual dan sosial bagi pengusaha mikro di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, melalui Pertemuan Komunitas Bulanan (PKB) di bawah naungan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan rutin tersebut dinilainya dapat menjadi wadah bagi para pengusaha untuk bertemu, membangun jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas masing-masing dalam membangun bisnis.
"Interaksi antar peserta bahkan memunculkan ide kolaborasi, seperti pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik bagi petani sayur," kata Agung dalam keterangannya di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.
Menurutnya, melalui kegiatan PKB tersebut peserta diajak untuk memahami keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh permodalan, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi, bertukar pengalaman, dan membuka peluang kerja sama lintas jenis usaha.
