Malang Raya (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggencarkan pelaksanaan program "Mekaarpreneur Naik Kelas" sebagai bentuk mendukung pengembangan pelaku usaha ultra mikro di Jawa Timur.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM Okto Wibisono di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan program "Mekaarpreneur Naik Kelas" merupakan bentuk fasilitas pembinaan dan pelatihan bagi para nasabah yang diberikan oleh PT PNM.
"Kami ada beberapa cabang di Jawa Timur dan mereka mendorong nasabah unggulannya mengikuti acara ini. Ini merupakan tools bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang, baik dari sisi pemasaran sampai produknya," kata Okto.
Untuk Jawa Timur, program "Mekaarpreneur Naik Kelas" sudah berjalan selama tiga bulan dengan total 60 nasabah sebagai peserta dan semuanya mengikuti sesi pelatihan, baik secara luring atau tatap muka maupun daring melalui zoom.
Kemudian, seiring berjalannya waktu dari total 60 peserta itu terpilih sebanyak 30 peserta, dan pada acara puncak acara yang diselenggarakan di Institut Asia ada 16 peserta turut berpartisipasi.
Belasan peserta pada acara puncak itu adalah mereka yang produknya telah terkurasi oleh tim dari Institut Asia, Kota Malang.
"Dari 16 itu terpilih tiga pemenang, ada dua usaha kuliner dan satu ada dari craft. Untuk pinjamannya karena kami fokus ke ultra mikro, maka besarannya mulai Rp2 juta sampai maksimal Rp15 juta," ucapnya.
Pelaku usaha yang dinyatakan sebagai pemenang, yakni Imroatus Sofia pemilik usaha kerupuk udang sangrai, Aulia Rahmawati pengusaha tas berbahan dasar daur ulang, dan Leli Irmawati pengusaha kuliner kue nastar semanggi.
Program "Mekaarpreneur Naik Kelas" untuk wilayah Jawa Timur menjadi yang ketiga pada tahun ini, setelah sebelumnya PT PNM menggelar agenda serupa untuk dua provinsi lain, yakni Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Jumlah nasabah aktif PT PNM se-Indonesia sampai periode ini telah mencapai 16 juta pelaku usaha mikro atau mengalami pertumbuhan sekitar 1 juta nasabah dari periode 2024 yang sebanyak 15 juta nasabah.
Perusahaan tersebut telah melakukan penyaluran kredit usaha sejumlah Rp361 triliun sejak 2015 hingga 2025 melalui PNM Mekaar.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha mikro yang menjadi nasabah PT PNM Imroatus Sofiyah mengatakan "Mekaarpreneur Naik Kelas" merupakan program yang bermanfaat bagi para nasabah, lantaran menjadi sebuah wadah dalam meningkatkan kualitas produk.
Imroatus yang merupakan pengusaha kerupuk udang sangrai asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menyebut kali pertama menjadi nasabah PT PNM mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha senilai Rp2 juta.
"Saya mengambil per 1,5 tahun dan sekarang sudah mendapatkan pinjaman yang nilainya Rp9 juta," ucapnya.
