Surabaya (ANTARA) - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menyampaikan Lebaran harus menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin daerah memperkuat kebijakan yang pro-rakyat.
"Kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi esensi Lebaran seharusnya juga menjadi prinsip utama dalam menjalankan pemerintahan. Juga refleksi bagi pemimpin daerah memperkuat kebijakan pro-rakyat,” katanya dalam keterangan di Surabaya, Minggu.
Lanjutnya, Idul Fitri jadi saat yang tepat bagi para pemimpin daerah untuk melakukan refleksi mendalam atas kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan.
"Apakah kebijakan tersebut sudah benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, atau justru masih menyisakan banyak ketimpangan?," katanya.
Ia mengingatkan bahwa pemimpin sejati harus berani melihat ke dalam dan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya.
"Momen ini harus kita gunakan untuk mengevaluasi sejauh mana keberpihakan kita terhadap rakyat, terutama mereka yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," tutur politisi asal Kediri itu.
Menurut Renny, menjaga semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur merupakan hal yang penting untuk disadari bersama.
Ia menilai, tanpa kebersamaan dan kerja sama antara pemerintah, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat, pembangunan yang berkeadilan sulit terwujud.
"Jawa Timur adalah provinsi dengan potensi besar. Namun, potensi ini hanya bisa dioptimalkan jika kita semua bersatu. Fraksi PDI Perjuangan selalu mendorong agar kebijakan pembangunan di Jatim tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jatim memastikan bahwa partainya akan terus mengawal kebijakan-kebijakan pro-rakyat.
Ia menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan akan menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah dalam memastikan bahwa anggaran dan kebijakan yang disusun benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas.