Surabaya - Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia Teguh Ardi Srianto menerima penghargaan berupa piagam “Tjap Balai Pemoeda” karena dinilai berpartisipasi dalam melestarikan cagar budaya lingkungan. Menurut Direktur Surabaya Heritage Society Freddy Handoko Istanto, Senin, penghargaan tersebut merupakan kali keempat diberikan lembaganya kepada pada insan media dan warga Surabaya yang memiliki kepedulian tinggi pada pelestarian cagar budaya. "Mas Teguh layak mendapatkannya. Semangat dan upaya dalam penyelamatan lingkungan di Surabaya sudah terbukti dan banyak sekali ide-ide cemerlangnya demi lestarinya lingkungan," kata Freddy. Penghargaan itu sendiri sudah diberikan di Surabaya, Minggu (27/5), dan disaksikan Wakil Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Direktur Utama Panca Wira Usaha Jatim Arif Affandi, dan Pimpinan Institut Francaiz. Freddy mengatakan, KJPL Indonesia sebagai lembaga dan organisasi para jurnalis yang punya konsentrasi pada upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan sudah membuat beberapa gebrakan yang selama ini terlihat jelas di lapangan. "Beberapa upaya yang dilakukan, selain penyelamatan kawasan Konservasi Mangrove di pesisir Surabaya, juga cara mengedukasi masyarakat untuk menjaga kualitas air Kali Surabaya. Melalui peran jurnalis, sudah terbukti," tukas dia. Dengan penghargaan tersebut, lanjut Freddy, diharapkan KJPL Indonesia di bawah koordinasi Teguh Ardi Srianto bisa lebih baik lagi dalam menjaga kelestarian cagar budaya lingkungan di Surabaya, yang juga menjadi modal Surabaya di bidang pariwisata. "Kami berharap, sosok Teguh Ardi Srianto sebagai aktifis lingkungan dan jurnalis ada yang bisa menduplikasi. Sehingga ke depan akan lebih banyak insan media yang kreatif dengan upayanya menjaga kelestarian cagar budaya di Surabaya," tuturnya. Sementara itu, Teguh Ardi Srianto bangga dengan penghargaan ini. Namun ia mengaku tidak mengharapkan penghargaan dalam bentuk apapun dan hanya ingin melihat Surabaya semakin hijau dan lingkungan tidak tercemar apapun. "Penghargaan ini menjadi cambuk untuk lebih berperan lagi menjaga lingkungan. Kami sebenarnya tidak menginginkan penghargaan ini, karena hijaunya lingkungan khususnya di Surabaya menjadi lebih penting dari semua itu. Semoga masyarakat juga lebih sadar tentang fungsi lingkungan," kata reporter Radio Suara Surabaya tersebut. (*)
Berita Terkait
Peringati Hari Pahlawan, PLN tanam pohon di Jatim
11 November 2025 23:00
Sebanyak 16 sekolah peduli lingkungan di Kota Probolinggo terima Adiwiyata
7 November 2025 17:31
Pemkab Madiun komitmen jaga lingkungan lewat ajang Lestari Award 2025
27 Oktober 2025 20:31
Karnaval pelajar peduli lingkungan
28 Agustus 2025 15:58
Lestarikan lingkungan, TPK Banjarmasin bekali petugas kebersihan teknik pembibitan tanaman
23 Agustus 2025 06:00
Menko IPK berikan pembekalan peduli lingkungan
22 Agustus 2025 21:22
Peduli lingkungan, jurnalis Blitar tanam pohon di area dekat tambang pasir
9 Agustus 2025 19:11
Wali Kota Kediri : Pelaku mode juga harus peduli lingkungan
26 Mei 2025 23:09
