Surabaya - Kesadaran masyarakat di Jawa Timur menyediakan alat pemadam kebakaran sangat rendah, terbukti kepemilikan alat pemadam kebakaran di tiap rumah hunian hingga kini masih minim. Padahal, menurut Direktur Utama PT Somawi Surya Semesta, produsen alat pemadam kebakaran yang berbasis di Kediri, Muhammad Sholihin, di Surabaya (15/4), keberadaan alat pemadam kebakaran ini sangat penting, bahkan sebaiknya dimiliki setiap hunian. "Apalagi, yang namanya musibah seperti kebakaran sulit diprediksi," ujarnya seraya mencontohkan dua kebakaran besar di Jakarta dan Surabaya pernah pada hari yang sama. Ia mengemukakan, rendahnya kesadaran masyarakat juga bisa dilihat dari minimnya kontribusi pasar rumah tangga terhadap pendapatan perusahaan kami yang selama ini menjual berbagai alat pemadam kebakaran dengan merek dagang Sysco Fire. Sampai sekarang, kontribusi penjualan dari kalangan rumah tangga hanya menyumbang satu persen dari total penjualan alat pemadam kebakarannya. "Namun, pendapatan paling tinggi dikontribusi dari berbagai pelaku industri misalnya Pertamina dan anak perusahaannya. Bahkan, di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)," katanya. Oleh karena itu, ia siap menjalin kerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jatim supaya alat pemadam kebakaran bisa dimiliki kalangan rumah tangga. Idealnya alat itu bisa dijadikan hadiah atau dimasukkan dalam pembelian rumah. "Kami yakin dengan upaya tersebut kontribusi pasar rumah tangga terhadap total penjualan meningkat menjadi 10 persen," katanya. Mengenai ketersediaan alat pemadam kebakaran itu, kata dia, kapasitas produksinya terutama tabung berukuran kecil mulai dengan berat satu hingga sembilan kilogram mencapai 1.000 unit per bulan. "Tapi tabung ukuran 60-75 kilogram mencapai 100 unit hingga 150 unit. Dari angka produksi tersebut, 60 persen diserap Pertamina dan anak perusahaannya sedangkan sisa 40 persen menyebar ke pengusaha mal, pelaku industri, perkantoran, dan rumah tangga," katanya. Dalam waktu dekat, lanjut dia, pihaknya memperluas pasar ke luar negeri dengan mengikuti berbagai pameran seperti di Jeddah, London, Suriname, dan Pakistan. Keyakinan tersebut dikarenakan harga jual alat pemadam kebakaran yang diproduksinya terjangkau dan berasal dari bahan baku yang ramah lingkungan.(*)
Berita Terkait
Bencana Sumatera, Polri kerahkan alat berat percepat pemulihan
3 Januari 2026 13:00
Wakil Ketua DPRD Jatim salurkan alat bantu disabilitas di Trenggalek
27 Desember 2025 08:51
Pintu masuk KEK Gresik diaktivasi alat pemberi isyarat lalu lintas
24 Desember 2025 20:05
BPBD Jatim pasang EWS di enam daerah rawan banjir dan longsor
15 Desember 2025 19:50
UB kirimkan alat penjernih air portabel bantu korban bencana Sumbar
11 Desember 2025 17:15
Titik longsor terisolasi di Aceh Tengah mulai diterobos alat berat
11 Desember 2025 15:30
DPRD Jatim serahkan bantuan alat dan mesin petani Kediri
5 Desember 2025 07:44
Pemerintah pasok BBM dan alat berat pulihkan Aceh Tamiang
3 Desember 2025 07:31
