Meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di akses utama yang juga menjadi lintasan publik

Surabaya (ANTARA) - PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) mengaktivasi alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di simpang pintu masuk utama Java Intregated Industrial Port Estate (JIIPE) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. 

Direktur Utama BKMS Bambang Soetiono menjelaskan aktivasi APILL merupakan tindak lanjut hasil pembahasan dan kesepakatan para pemangku kepentingan dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan melibatkan instansi terkait, termasuk unsur penyelenggara jalan, perhubungan, kepolisian, serta pihak pengelola kawasan.

"Aktivasi APILL bertujuan untuk memperkuat keselamatan pengguna jalan dan meningkatkan keteraturan lalu lintas, sejalan dengan kebutuhan mobilitas pada ruas jalan nasional dan akses kawasan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu.

Bambang mengungkapkan aktivasi APILL merupakan bagian dari pemenuhan aspek keselamatan dan manajemen lalu lintas, sekaligus untuk memastikan keteraturan pergerakan kendaraan di koridor jalan nasional yang digunakan bersama oleh kendaraan kawasan dan masyarakat pengguna jalan umum. 

"Aktivasi APILL menghadirkan manfaat yang lebih luas, yakni meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di akses utama yang juga menjadi lintasan publik," ujarnya.

Melalui aktivasi APILL, tercipta sistem lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan efisien pada akses yang digunakan bersama oleh kawasan industri dan pengguna jalan umum, sekaligus mendukung kelancaran mobilisasi orang dan barang di wilayah Gresik.

Sebagai badan usaha pembangun dan pengelola JIIPE atau KEK Gresik, PT BKMS menegaskan komitmen untuk selalu menjaga keberlangsungan operasional APILL. 

"Kami siap melakukan pemeriksaan berkala, pemeliharaan, perbaikan, serta penanganan teknis apabila terjadi gangguan, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan," ucap Bambang.
 



Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026