Gresik (ANTARA) - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sumber daya manusia (SDM) terampil menjadi kunci dalam penguatan investasi daerah.
“KEK memberi kepastian bagi investor melalui insentif, sementara SDM terampil memastikan industri bisa berkembang berkelanjutan,” ujarnya saat menerima peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 di Gresik, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, Gresik memiliki keunggulan pada integrasi kawasan industri dengan pelabuhan yang mendukung efisiensi logistik, terutama bagi industri berbasis ekspor-impor.
Menurut dia, keberadaan sejumlah kawasan industri besar seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), dan kawasan industri Maspion memperkuat posisi Gresik sebagai simpul rantai pasok industri di Jawa Timur.
“Di Gresik, kapal besar bisa langsung sandar sehingga bahan baku impor dan distribusi ekspor lebih efisien. Ini menjadi daya tarik utama bagi investor,” katanya.
Selain itu, Yani menambahkan pemerintah daerah juga memberikan stimulus berupa insentif fiskal untuk mendorong masuknya investasi jangka panjang dan membuka lapangan kerja.
Data Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan dalam enam tahun terakhir realisasi investasi mencapai Rp29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Gresik pada 2025 tercatat sebesar 4,91 persen, dengan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025.
Namun, ia menekankan keberlanjutan pertumbuhan bergantung pada kualitas SDM melalui penguatan pendidikan vokasi dan kesesuaian kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Khasan Ashari mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta terkait diplomasi ekonomi berbasis potensi daerah.
“Peserta perlu melihat langsung praktik pengembangan investasi di daerah agar dapat mempromosikan potensi Indonesia secara konkret saat bertugas di luar negeri,” katanya.
Sebanyak 14 peserta Sesdilu dijadwalkan melakukan diskusi dengan perangkat daerah dan Kadin Gresik serta meninjau kawasan industri JIIPE untuk melihat implementasi integrasi industri dan pelabuhan.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026