Jember - Sedikitnya 87 pohon jati milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kabupaten Jember, Jawa Timur, tumbang akibat angin puting beliung yang terjadi selama bulan Januari 2012. "Kami mencatat angin puting beliung terjadi sebanyak tiga kali di Kecamatan Rambipuji dan sebanyak 87 pohon jati milik Perhutani tumbang," kata Adm Perum Perhutani KPH Jember, Endung Trihartaka, di sela-sela dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember, Senin. Menurut dia, angin puting beliung yang pertama merobohkan pohon jati sebanyak 67 pohon, kemudian 19 pohon dan terakhir satu pohon dengan umur pohon sekitar 56-60 tahun di Kecamatan Rambipuji. "Petugas sudah mengantisipasi bencana angin puting beliung dengan memangkas pohon-pohon besar yang kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan warga sejak Februari 2011, namun masih saja ada pohon jati yang tumbang akibat puting beliung dan menimpa tiang listrik milik PLN," paparnya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, Perhutani bersama muspika di sejumlah kecamatan melakukan inventarisasi pohon milik Perhutani yang rawan tumbang akibat puting beliung di sekitar pemukiman warga. "Kalau pohon jati itu dinilai membahayakan karena berada di daerah padat pemukiman dan bisa roboh diterjang angin puting beliung, maka pihak Perhutani siap menebang pohon itu sesuai dengan aturan yang ada," katanya menjelaskan. Endung menuturkan, pohon jati bisa ditebang saat umur pohon sekitar 80 tahun, sedangkan puluhan pohon yang tumbang akibat angin puting beliung masih berumur 60 tahun dan kondisinya masih baik. Sementara Ketua Komisi D DPRD Jember, Ayub Junaidi, meminta Perhutani segera menebang pohon jati yang rawan roboh dan lokasinya berada di kawasan padat pemukiman seperti di kawasan Kaliputih, Desa Rambipuji. "Saya khawatir pohon-pohon yang menjulang tinggi itu tumbang di tengah jalan dan mengenai sejumlah warung yang berada di kanan-kiri jalan karena banyak warga yang melintas di sana," tuturnya. Ia menjelaskan pohon jati milik Perhutani yang tumbang akibat angin puting beliung beberapa hari lalu menyebabkan sejumlah tiang listrik PLN roboh, sehingga jaringan 45 ribu pelanggan PLN di kawasan Jember bagian selatan harus padam selama beberapa jam. "Saya berharap pihak Perhutani Jember juga melakukan antisipasi terhadap ancaman angin puting beliung yang dapat merobohkan sejumlah pohon jati, agar tidak ada lagi warga yang dirugikan," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.(*)
Berita Terkait
Daop 9: Banyuwangi wilayah dengan mobilitas tertinggi selama Nataru
6 Januari 2026 22:00
Bupati Jember: PAD 2025 tembus Rp1 triliun tanpa naikkan pajak
6 Januari 2026 20:26
Situbondo perkuat sinergisitas dengan BI stabilisasi harga
6 Januari 2026 06:25
Jember siap jadi barometer kebangkitan ekonomi Tapal Kuda
6 Januari 2026 06:23
Gubernur BI berharap Tapal Kuda jadi masa depan ekonomi Indonesia
6 Januari 2026 06:22
416.945 penumpang gunakan KA di Daop Jember selama libur Nataru
5 Januari 2026 21:19
Pemkab Jember luncurkan program Peta Cinta untuk cetak KTP di kecamatan
5 Januari 2026 17:58
Relawan PMI Jember bantu pulihkan psikis anak pascabencana di Medan
3 Januari 2026 20:56
