Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan Kabupaten Jember siap menjadi barometer kebangkitan ekonomi di wilayah Tapal Kuda dengan memposisikan diri sebagai pusat pergerakan ekonomi di wilayah setempat.
"Jember memegang peran krusial sebagai tolok ukur kemajuan bagi kabupaten-kabupaten tetangga," kata bupati yang akrab disapa Gus Fawait saat memberikan sambutan dalam pelantikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Jatim, Senin.
Meski tidak menampik adanya tantangan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi, Pemkab Jember melihat hal tersebut sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar melalui kebijakan yang terukur.
"Hari ini kami bangga, seluruh bupati di Tapal Kuda berikhtiar maksimal. Ada Situbondo dengan terobosannya, Bondowoso yang masif, hingga Banyuwangi yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kami di Jember sedang berikhtiar menyinergikan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menjadi motor penggerak utama," tuturnya.
Ia mengapresiasi semangat kolektif para kepala daerah di wilayah Tapal Kuda, mulai dari Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Banyuwangi yang terus melakukan terobosan luar biasa untuk memajukan masing-masing daerahnya.
"Kami menekankan bahwa Jember memiliki keunggulan strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tersebut secara keseluruhan," katanya.
Gus Fawait menjelaskan salah satu strategi utama yang diusung adalah menghidupkan kembali peran Bandara Jember, sehingga pihaknya memproyeksikan bandara itu sebagai pintu masuk dunia menuju pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur bagian timur.
Rencana besar telah disiapkan untuk menghubungkan Jember langsung dengan dua kutub ekonomi utama, yakni Jakarta dan Bali.
"Target kami tahun 2027, Bandara Notohadinegoro Jember akan dilakukan pelebaran dan perpanjangan landasan agar pesawat berbadan lebar bisa masuk, sehingga kolaborasi ekonomi dengan Banyuwangi dan Situbondo bisa berjalan lebih cepat," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Bank Indonesia dalam mengawal sektor moneter di wilayah Tapal Kuda, sehingga berharap adanya sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan pengawasan dari BI Jember dapat terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan optimisme tinggi, Gus Fawait meyakini bahwa citra Tapal Kuda yang dulu sering dianggap tertinggal akan segera berubah menjadi salah satu wilayah paling membanggakan di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional.
"Insya Allah, ke depan Tapal Kuda akan menjadi kebanggaan kami semua. Dengan dukungan semua pihak, kami akan membuktikan bahwa wilayah itu mampu melompat lebih jauh," katanya.
