Surabaya (Antara Jatim) - Pengurus Provinsi Persatauan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur menyiapkan sebanyak 22 atlet dalam program pemusatan latihan untuk menghadapi kejuaraan nasional gulat 2013 di Kabupaten Jember, pada November mendatang.
Sekretaris Umum Pengprov PGSI Jatim, Haryono, kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan sebagai tuan rumah penyelenggara kejurnas, pihaknya ingin seluruh atlet yang disiapkan bisa meraih hasil maksimal.
"Kami siapkan 22 atlet, terdiri dari 16 atlet putra dan enam atlet putri untuk berlaga di semua nomor pada kejurnas. Selain di Surabaya, sebagian atlet juga berlatih di Malang," katanya.
Ke-16 orang atlet putra itu, antara lain Hasan Sidik, Sugiono, Edi Susanto, Zainudin, Mochammad Yaser, Puji Prasetyo, Singgih Samudro, Bima Putra, dan M Khozin. Sedangkan di bagian putri terdapat Dewi Khumairoh, Sintia Eka, Waini, Vivi Dwi, Eka Nur Fitriansari, dan Nurhayati.
Penetapan Kabupaten Jember sebagai lokasi penyelenggaraan kejurnas, lanjut Haryono, semata-mata untuk mencari suasana baru dan merangsang daerah di Jatim untuk intensif melakukan pembinaan olahraga gulat.
"Memang biasanya kejurnas selalu ditempatkan di Surabaya, tapi kebetulan Pemkab Jember memberikan respons bagus saat ditawari menggelar kejurnas gulat," ujarnya.
Apalagi, Bupati Jember MZA Djalal adalah mantan Ketua Umum Pengprov PGSI Jatim dan saat ini berposisi sebagai Ketua Dewan Kehormatan PGSI Jatim.
Pada kejurnas mendatang, Haryono belum berani mematok target perolehan medali emas, karena persaingan dengan daerah lain sangat berat, terutama Kalimantan Timur yang selama ini menjadi barometer pembinaan gulat di Tanah Air.
Prestasi gulat Jatim dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dan terakhir gagal merebut medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Riau.
"Kegagalan meraih emas di PON 2012 menjadi pelajaran berharga bagi PGSI Jatim untuk lebih maksimal menyiapkan atlet. Ke-22 atlet yang disiapkan adalah penghuni Puslatda proyeksi PON 2016, tapi tetap ada promosi degradasi yang didasarkan prestasi atlet," tambah Haryono. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026