Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus memperkuat sinergisitas dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dalam rangka menjaga stabilisasi harga bahan pokok (bapok) dan menjaga inflasi serta pengembangan ekonomi daerah itu.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Situbondo, Senin, menyampaikan komitmennya bersinergi dengan Bank Indonesia seiring pergantian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember.
"Hari ini saya menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Jember yang baru (Iqbal Reza Nugraha) di Jember, dan ini merupakan komitmen kami memperkuat sinergitas," ujarnya.
Menurut Rio, memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan inflasi daerah, termasuk dalam pengembangan ekonomi di "Kota Santri" itu.
Ia berharap kepemimpinan baru Perwakilan Bank Indonesia Jember ini dapat semakin mempererat sinergi, kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemkab Situbondo, untuk membangun Situbondo naik kelas.
Rio mengungkapkan bahwa Situbondo punya beragam potensi strategis mulai di sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan ekonomi kerakyatan, dan itu semua membutuhkan dukungan kebijakan makro serta pendampingan berkelanjutan dari Bank Indonesia.
"Peran Bank Indonesia selama ini sangat signifikan dalam membantu daerah menjaga stabilitas harga dan mendorong penguatan ekonomi regional," katanya.
Informasi dihimpun ANTARA, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III/2025 Kabupaten Situbondo mencapai 6,16 persen atau lebih tinggi dari capaian Provinsi Jatim dan nasional.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim pada triwulan III/2025 mencapai 5,22 persen, sedangkan capaian rata-rata nasional berada di angka 5,04 persen.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan III/2025 menunjukkan ekonomi tumbuh lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan level provinsi maupun nasional.
Pencapaian itu mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan produktivitas sektor-sektor unggulan serta daya beli masyarakat yang terus membaik.
Ekonomi Situbondo tumbuh baik didorong di sektor primer yang tumbuh 5,01 persen seiring meningkatnya produksi tembakau dan tebu pada periode puncak panen tahun 2025.
Pada sektor sekunder, pertumbuhan tertinggi sebesar 9,01 persen dan menunjukkan penguatan aktivitas industri pengolahan tembakau industri furnitur, industri makan minuman dan realisasi belanja modal bangunan pemerintah.
Sedangkan di sektor tersier tumbuh stabil 5,24 persen, ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, transportasi, dan berbagai layanan jasa.
