Situbondo, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat realisasi investasi pada 2025 meningkat menjadi Rp1 triliun dibanding 2024, yang Rp590 miliar, atau naik 66 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro di Situbondo, Jatim, Selasa, mengatakan nilai realisasi investasi 2025 itu melampaui target Rp425 miliar.
"Untuk target investasi tahun 2026 ini, Rp454 miliar, dan kami optimistis melebihi dari target, karena kami juga meningkatkan pelayanan perizinan dengan memberikan kemudahan kepada investor," ujar dia.
Menurut Dadang, nilai investasi terbesar pada 2025 adalah Pabrik Gula Assembagoes mencapai Rp800 miliar untuk biaya modernisasi pabrik gula yang terletak di Kecamatan Asembagus, wilayah timur Situbondo tersebut.
Selain itu, lanjut dia, ada pula penanaman modal asing atau PMA yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan Desa/Kecamatan Banyuglugur.
"Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) seperti pusat perbelanjaan antara lain Roxy, KDS dan pembangunan hotel serta usaha-usaha lainnya," kata Dadang.
Dia menyampaikan visi misi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, salah satu prioritasnya adalah tidak berbelitnya pengurusan perizinan investor.
Pemerintah daerah setempat, kata Dadang, terus melakukan upaya meningkatkan investasi, salah satunya melalui agenda "Situbondo Investor Day", dengan mengundang para investor dari luar daerah.
"Agenda Investor Day ini, kami memberikan informasi kepada investor tentang potensi di Situbondo, sehingga investor sudah tahu bahwa kami siap menerima investasi dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor untuk menanamkan modalnya," katanya.
