Surabaya - Ketua DPRD Jawa Timur Imam Sunardhi mengaku siap dikonfrontrasi terkait kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melibatkan tersangka berinisial Elz. "Silahkan kalau mau menemukan saya dengan tersangka kemudian dilakukan konfrontir. Saya siap dan tidak takut, sebab memang saya benar tidak tahu apa-apa," katanya. Imam Sunardhi termasuk salah satu anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim yang namanya disebut dalam testimoni tersangka Elz. Selain itu, ada juga nama Agus Dono, Heri Prasetyo, Suhartin, Feriyal, Dini Riyanti, Lilik Muharti, Giri Suncoko, Anty, dan Saud Marisi Siahaan. Ia mengaku akan segera melapor dan menggugat balik tersangka Elz atas tuduhan pencemaran nama baik. "Pasti akan kami laporkan atas tuduhan pencemaran nama baik. Sesegera mungkin tim hukum akan melaporkan ke polisi," ujar Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi kepada wartawan di Surabaya, Jumat. Pihaknya bahkan berjanji akan bersikap kooperatif dan bersedia memenuhi panggilan polisi jika dibutuhkan. Ia juga berharap agar kasus ini segera selesai dan pelakunya mendapat hukuman setimpal. "Saya siap datang kapan saja. Meski sebagai Ketua DPRD Jatim, saya pasti datang memberikan keterangan di kantor polisi," papar mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut. Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Achmad Iskandar mempersilahkan anggotanya yang merasa dirugikan untuk melaporkan ke polisi. "Silahkan kalau mau lapor, itu hak mereka. Tapi menurut saya, yang paling penting sekarang ini polisi mencari siapa dalang dibalik kaburnya tersangka Elz dari Kejari Surabaya," tukas politisi yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat tersebut. Seperti diberitakan, tersangka Elz atau yang lebih dikenal dengan julukan "Ratu Tipu" CPNS mencatut nama pejabat Pemprov dan politisi di petinggi Partai Demokrat untuk meloloskan menjadi seorang PNS. Tentu dengan imbalan yang tidak sedikit. Tersangka Elz baru dibekuk polisi di sebuah apartemen di Jakarta usai selama sekitar sembilan hari melarikan diri dari tahanan. Selain dikenal licin, tersangka merupakan target operasi polisi sejak 2010. (*)
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim
12 Desember 2025 19:22
