Magetan - Produksi usaha kerupuk rambak yakni kerupuk yang dibuat dari kulit sapi di Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menurun akibat terkendala cuaca. Pengusaha kerupuk rambak di desa setempat, Kaelani, Sabtu, mengatakan, produksinya turun hingga 50 persen akibat minimnya panas matahari selama dua pekan terakhir. Hal ini menghambat proses pengeringan atau penjemuran kulit sapi sebagai bahan utama kerupuk. "Saya terpaksa menurunkan produksi dari 1 kuintal atau 100 kilogram hingga 50 kilogram saja untuk satu kali proses produksi. Jumlah ini turun drastis," ujar Kaelani kepada wartawan. Selain itu, setiap kali akan memproduksi ia harus memperhitungkan cuaca karena usaha pembuatan kerupuk dari kulit sapi tersebut sangat bergantung pada intensitas penyinaran matahari, terutama pada proses penjemuran bahan produksi. Padahal, pada saat ramai pesanan, ia sebelumnya bisa memproduksi hingga 200 kilogram untuk satu kali proses produksi dengan sinar matahari yang cukup. "Proses produksi kerupuk rambak pada musim penghujan seperti saat ini dipastikan memakan waktu lebih lama jika dibandingkan saat kemarau yang banyak sinar matahari," kata dia. (*)
Berita Terkait
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 jam lalu
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
