Sumenep - Bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Sumenep bagi korban perahu motor "Putri Tunggal" yang terbalik di perairan antara Pulau Tonduk dan Guagua, Kecamatan Raas, belum cair. "Saat ini, berkas pengajuan bantuan dana bagi para korban perahu terbalik itu sudah diserahkan kepada Bupati Sumenep untuk mendapat persetujuan. Kalau tidak ada kendala, pada akhir pekan ini kemungkinan besar dananya sudah cair," kata Wakil Bupati Sumenep, Sungkono Sidik, Selasa. Perahu motor "Putri Tunggal" yang terbalik di perairan antara Pulau Tonduk dan Guagua pada Sabtu (24/9) mengakibatkan 13 penumpangnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 23 penumpangnya lainnya selamat. "Untuk sementara, hanya korban meninggal dunia yang dipastikan akan mendapat santunan dan uangnya akan diberikan kepada ahli warisnya. Bantuannya berupa uang tunai sebesar Rp1 juta per korban. Namun, bisa saja lebih tergantung kebijakan bupati," ujarnya. Sementara bagi korban yang selamat akan diupayakan mendapat bantuan yang juga berupa uang tunai. "Kalau korban yang meninggal dunia bisa dipastikan akan mendapat bantuan, karena di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 sudah ada alokasinya. Sementara bagi korban yang selamat, belum ada nomenklaturnya atau alokasi anggarannya. Namun, akan kami upayakan supaya ada bantuan," ucapnya. Sungkono juga mengemukakan, pencairan bantuan dana bagi korban bencana alam memang harus melalui persetujuan dari bupati yang didahului adanya laporan dari camat setempat. "Kami sebenarnya ingin secepatnya mencairkan bantuan tersebut kepada para korban. Namun, ada prosedur baku yang harus dilalui sebelum pencairan bantuan. Mohon dimaklumi," katanya, mengungkapkan. Perahu motor "Putri Tunggal" mengangkut rombongan kerabat warga Pulau Guagua yang menikah dengan warga Tonduk pada Jumat (23/9). Kemudian, pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB, perahu itu berangkat dari Tonduk dengan mengangkut kerabat pengantin yang akan pulang ke Guagua. Namun, di tengah perjalanan tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB, perahu tersebut terbalik dan selanjutnya tenggelam akibat dihantam ombak. (*)
Berita Terkait
Santri pulang kampung ke Pulau Kangean Sumenep
9 Februari 2026 19:42
Pemkab Sumenep salurkan bantuan tanggap darurat untuk korban bencana
2 Februari 2026 20:49
Sumenep pastikan distribusi minyak goreng lancar jelang puasa
31 Januari 2026 22:35
Sumenep canangkan program gerakan orang tua asuh tekan stunting
27 Januari 2026 13:40
Kemenag-RRI Sumenep kerja sama siaran keagamaan selama Ramadhan 1447 H
23 Januari 2026 12:30
Dinkes Sumenep tangani 70 kasus demam berdarah dengue
23 Januari 2026 10:37
Tim evakuasi ABK kapal tongkang kandas di perairan Sumenep
23 Januari 2026 05:48
