Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur membentuk tim khusus pembinaan koperasi sebagai upaya untuk menghidupkan kembali sebagian jenis usaha tersebut di wilayah setempat yang kini sudah tidak aktif lagi.
"Ini kami lakukan, karena di Sumenep ini banyak koperasi yang sudah aktif. Padahal peran lembaga keuangan ini sangat penting dalam menghidupkan ekonomi masyarakat yang menjadi anggota koperasi tersebut," kata Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep Hairil Iskandar di Sumenep, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan, total jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep sebanyak 1.565 koperasi, yang tersebar di 27 kecamatan di daratan dan kepulauan.
Hanya saja, sambung dia, dari jumlah tersebut, sebanyak 774 koperasi berstatus aktif, sedangkan 791 koperasi lainnya, tidak aktif.
"Ini berarti lebih dari separuh koperasi yang ada di Sumenep tidak aktif, sehingga kami perlu melakukan upaya-upaya untuk mengaktifkan kembali koperasi yang tidak aktif ini," katanya.
Hairil menjelaskan, kegiatan koperasi masuk kategori tidak aktif, karena tidak lagi melakukan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut.
"Sesuai dengan ketentuan, bagi koperasi yang sudah tidak aktif, maka bisa diusulkan kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia untuk dibubarkan," katanya.
Akan tetapi, sambung dia, Pemkab Sumenep masih berupaya untuk memberikan arahan dan pembinaan agar 791 koperasi itu bisa aktif lagi.
Faktor lain yang juga menjadi penyebab banyaknya koperasi di Kabupaten Sumenep tidak aktif, karena komitmen dan kompetensi pengurus yang kurang memadai.
"Manajemen tata kelola dalam sistem pelaporan dan pengelolaan keuangan menjadi kendala, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi Pengurus Koperasi," katanya.
Karena itu, sambung dia, Pemkab Sumenep melalui dinas koperasi lalu membentuk tim khusus guna melakukan pembinaan dan pendidikan langsung kepada para pengurus koperasi yang tidak aktif itu.
"Selain untuk koperasi yang tidak aktif, tim khusus yang kami bentuk ini mulai bertugas melakukan pendampingan peningkatan kompetensi untuk para pengurus Koperasi Merah Putih yang ada di Sumenep ini," katanya.
