Sumenep - Tim Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, memeriksa enam saksi dalam kasus perahu tenggelam di perairan antara Pulau Tonduk dan Guagua, Kecamatan Raas, yang mengakibatkan 13 korban tewas. "Hingga Senin (26/9) siang, tim yang kami kirim ke Pulau Guagua telah meminta keterangan kepada enam saksi guna mengetahui kronologis tenggelamnya perahu tersebut," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Sumenep, Kompol Edi Purwanto, Senin. Pada Sabtu (24/9) pagi, perahu motor "Putri Tunggal" yang mengangkut rombongan kerabat pengantin dari Pulau Guagua, tenggelam. "Saksi yang sudah dimintai keterangan adalah para penumpang perahu tenggelam yang selamat. Sementara untuk nahkoda perahu, Suryansah, belum diperiksa, karena kondisinya masih gagap (syok)," ujarnya. Salah satu fokus pemeriksaan kepada saksi adalah jumlah penumpang perahu sebelum tenggelam. "Hasil pemeriksaan sementara dari para saksi, jumlah orang yang berada di perahu tersebut sebanyak 36 orang, dengan rincian 35 penumpang dan satu nahkoda. Sebanyak 13 penumpang ditemukan tewas dan 23 orang lainnya selamat, termasuk nahkoda," ucapnya. Edi juga mengemukakan, pihaknya tidak bisa berandai-andai terkait jumlah penumpang yang naik perahu nahas tersebut sebelum tenggelam. "Informasi sementara sesuai hasil pemeriksaan dari para saksi, jumlah penumpangnya sebanyak 35 orang. Namun, informasi yang beredar di kalangan warga setempat, jumlah penumpangnya memang 39 orang. Itu sedang kami dalami," paparnya. Sesuai data di Kepolisian Resor Sumenep, 13 penumpang perahu tenggelam yang ditemukan tewas adalah Suri (61), Kartini (41), Mahwiya (38), Yansuri (62), Patma (67), Norsani (55), Lisa (1), Ama (56), Mawar (35), Siti Amalia (11), Sawiya (70), Maskia (51), dan Sarah (2), semuanya perempuan dan warga Desa (Pulau) Guagua. Sementara 23 korban selamat adalah Halik (55), Samsul (57), Kahfi (49), Suryadi (39), Nurhasan (56), Junaidi (37), Herdiansyah (25), Mas'oda (42), Astutik (39), Ila (30), Siti Amina (38), Nurmanik (32), Mawiya alias Empik (39), Fauzi (25), Samsiya (49), Sandriadi (25), Rahlia (35), Irfan (2), Erhani (25), Innalia (50), Aminullah (56), Amriawan (34), dan Suryansah (42). Perahu tenggelam tersebut mengangkut rombongan kerabat warga Pulau Guagua yang menikah dengan warga Tonduk pada Jumat (23/9), kemudian pada Sabtu (24) sekitar pukul 07.00 WIB, perahu itu berangkat dari Tonduk ke Guagua dengan mengangkut kerabat pengantin. Namun, di tengah perjalanan tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB, perahu tersebut tenggelam akibat dihantam ombak. Informasi yang berkembang di kalangan warga setempat, jumlah penumpang perahu nahas tersebut sebanyak 40 orang. Raas adalah salah satu dari sembilan kecamatan kepulauan di Kabupaten Sumenep. Dua dari sembilan desa di Raas merupakan pulau tersendiri, yakni Guagua dan Tonduk. Ibukota Kecamatan Raas termasuk kantor kecamatan, berada di Pulau Raas. Dalam kondisi normal, perjalanan laut antara Pulau Guagua dengan Tonduk membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Sementara perjalanan laut antara Pulau Raas dengan Guagua sekitar tiga hingga empat jam, dan Raas dengan Tonduk sekitar 45 menit hingga satu jam.
Berita Terkait
Di Madura, dua kabupaten gelar konser amal untuk bencana Sumatra
3 Januari 2026 04:47
Pascapencabutan status KLB Campak, Pemkab Sumenep maksimalkan imunisasi rutin
3 Januari 2026 04:45
Polres Sumenep perketat pengawasan di kepulauan cegah narkoba
1 Januari 2026 17:15
Rutan Sumenep bina narapidana keterampilan membatik
1 Januari 2026 11:34
Pemkab Sumenep larang pejabat gunakan kendaraan dinas saat tahun baru
27 Desember 2025 06:41
Baznas Sumenep bantu modal pelaku UMKM warga kepulauan
12 Desember 2025 08:41
Pemkab Sumenep gandeng Medco Energi perluas ruang terbuka hijau
10 Desember 2025 07:57
Sumenep pastikan harga pupuk subsidi sesuai HET pemerintah
29 November 2025 04:40
