Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) kepada empat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah itu.
"BKK untuk BUMDes di Bangkalan ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa yang selama ini terganggu akibat pandemi COVID-19," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangkalan Mohni di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu.
Keempat BUMDes yang mendapatkan bantuan khusus keuangan itu meliputu BUMDes di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya dan DUMDes Desa Pakaan Dajah, Kecamatan Galis.
Mohni menjelaskan keempat BUMDes itu bergerak di sektor usaha berbeda, yakni sektor usaha perdagangan, pariwisata, pertanian dan sektor usaha pengelolaan sampah.
Pemprov Jatim, kata dia, tertarik untuk memberikan bantuan keuangan karena keempat BUMDes tersebut memiliki usaha pemberdayaan ekonomi yang jelas.
"Melalui bantuan keuangan ini, diharapkan kegiatan usaha yang dijalankan BUMDes di empat desa itu akan meningkat, sehingga mampu berkontribusi dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa tersebut," katanya.
Selain itu, melalui bantuan keuangan khusus tersebut BUMDes penerima bantuan bisa mengembangkan usaha mereka ke sektor usaha lain.
"Karena itu para pengelola BUMDes penerima bantuan mulai merancang sektor usaha lain yang hendak dikembangkan yang bisa mendukung peningkatan ekonomi melalui sektor usaha yang mereka lakukan itu," kata Mohni.
Ia menuturkan berdasarkan hasil musyarakat yang dipantau langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bangkalan di Desa Pakaan Dajah, Kecamatan Galis, menyepakati, pengembangan usaha oleh BUMDes di desa pengembangan pasar desa yang ada dengan penambahan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Sementara untuk Desa Keleyan menyepakati untuk peningkatan sarana dan prasarana usaha bidang distribusi air mineral. Sedangkan di Desa Tengket untuk pengadaan perahu yang akan disewakan untuk nelayan atau wisata. Untuk desa Gili Anyar untuk usaha mebel.
Plt. Bupati Mohni menjelaskan, keempat BUMDes penerima bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim tersebut merupakan sebagian dari 22 BUMDes yang telah memiliki hukum.
"Sebab di Bangkalan ini ada 273 BUMDes yang telah terbentuk, akan tetapi yang mengurus badan hukum baru 22 BUMDes," katanya, menjelaskan.
Nilai bantuan khusus dari Pemprov Jatim itu Rp12 juta untuk masing-masing BUMDes.
Sementara itu, bantuan keuangan untuk badan usaha milik desa (BUMDes) dari Pemprov Jatim di Pulau Madura ini merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya.
Pada 2022, Pemprov Jatim juga telah memberikan bantuan keuangan kepada enam BUMDes di Kabupaten Sampang dengan nilai total bantuan Rp75 juta dengan perincian Rp72 juta untuk pengembangan BUMDes dan Rp3 juta untuk operasional desa.
Keenam BUMDes kala itu tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Pulau Mandangin, Desa Tanggumong, Desa Kotah, Desa Pangarengan, Desa Disanah, dan Desa Ragung.*