Malang - Pusat oleh-oleh di wilayah Malang Raya "kebanjiran" pembeli dari berbagai daerah usai Lebaran. Salah satu pemilik Toko Lancar Jaya di wilayah Jalan Sanan 30, Kota Malang, M Nasichin, Sabtu mengatakan, banyaknya pembeli itu merupakan masyarakat yang datang usai berlibur ke sejumlah tempat wisata di wilayah Malang Raya, seperti Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang. Dengan banyaknya pembeli, omzet penjualan oleh-oleh yang diterima Nasichin meningkat 200 persen, yakni mencapai Rp100 juta lebih per hari, dibanding hari biasa yang hanya mendapatkan sekitar Rp35 juta perhari. "Penjualan oleh-oleh khas Malang memang meningkat lebih dari 100 persen usai lebaran kali ini, dan kita bisa mendapat omzet dari Rp100 hingga Rp150 juta per hari," katanya. Nasichin mengaku, total omzet penjualan itu juga meningkat jika dibanding Lebaran tahun lalu yang hanya mendapat sekitar Rp90 hingga Rp95 juta per harinya. Dikatakannya, peningkatan penjualan oleh-oleh itu sebenarnya sudah meningkat sejak H-7 Lebaran lalu, namun peningkatan itu terus naik hingga saat ini. "Kita perkirakan peningkatan itu akan terus terjadi hingga H+9 Lebaran nanti, seperti yang terjadi pada tahun lalu," katanya. Sementara dengan banyaknya pembeli yang datang ke Malang, membuat Nasichin menolak pesanan pembeli melalui jarak jauh. "Kita tolak sementara pembeli yang memesan dari jarak jauh seperti lewat telepon, sebab kita tidak bisa melayani akibat banyaknya pembeli yang datang ke toko," katanya. Sementara dari banyaknya produk oleh-oleh khas Malang, pembeli yang mayoritas dari luar Kota Malang itu paling dominan membeli kripik tempe dengan rasa Jeruk dan Apel. "Kita disini menjual berbagai produk oleh-oleh khas Malang, seperti sari Apel dan berbagai rasa kripik tempe. Namun dari sekian produk yang paling diminati pembeli adalah kripik tempe dengan rasa Jeruk dan Apel," katanya.
Berita Terkait
Pusat oleh-oleh Kota Malang diserbu wisatawan saat libur Lebaran
25 April 2023 18:54
Pusat oleh-oleh di Kota Malang diserbu wisatawan
5 Mei 2022 16:59
