Jombang - Peziarah di makam KH Abdurrahman Wahid di kompleks pemakaman Ponpes Tebu Ireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, cenderung meningkat menjelang puasa ramadhan ini. "Peningkatan jumlah peziarah sudah terjadi sejak sebulan lalu, sejak liburan sekolah," kata petugas keamanan makam Gus Dur, Teguh Santoso (29), Minggu (24/7). Ia menjelaskan, peziarah yang datang tersebut dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya Jawa dan Madura, juga Kalimantan dan Sumatera. Pengunjung yang datang tidak datang berombongan dengan membawa bus, kendaraan umum, juga kendaraan pribadi roda empat dua. "Sudah tradisi, sebelum ada makam Gus Dur, kompleks pemakaman ini menjelang puasa juga selalu ramai dikunjungi peziarah," jelasnya. Sementara itu, seorang petugas posko tamu makam Gus Dur, Kholilo (35), menjelaskan, peningkatan jumlah peziarah yang terjadi sejak sebulan yang lalu tersebut, diperkirakan berkisar 3.000 orang per harinya. Di hari-hari biasa, lanjutnya, jumlah peziarah diperkirakan berkisar 2.000 orang per harinya, kecuali pada hari libur Minggu atau Jumat legi."Terutama pada hari Jumat legi dan hari libur seperti Minggu peziarah selalu ramai," katanya menjelaskan. Menurut Kholilo, jumlah peziarah yang datang ke makam Gus Dur akan menurun drastis memasuki puasa."Ramai kembali setelah hari raya Idulfitri," katanya menambahkan. Ia menjelaskan, jalan menuju lokasi makam Gus Dur ada, ada dua titik yaitu melalui tepi jalan raya Jombang-Batu, Malang, hanya berjarak sekitar 100 meter. Jalan lainnya melalui lokasi parkir kendaraan bus, yang berada di selatan makam Gus Dur, dengan jarak tempuh agak jauh. Karena itu, lanjutnya, para peziarah masih lebih senang memarkir kendaraannya tidak terkecuali bus di tepi jalan raya Jombang-Batu, Malang yang mengakibatkan kendaraan di kawasan setempat, terpaksa harus berjalan merayap. Menurut dia, pembenahan lokasi parkir peziarah masih menunggu rampungnya pembangunan lapangan parkir di atas tanah seluas lima hektare yang lokasinya di selatan makam Gus Dur. Diperkirakan, pembangunan infrastrukstur, mulai lapangan parkir, juga pembangunan musium, dan perpustakaan rampung 2014. "Kalau lapangan parkir rampung, kemungkinan kendaraan dilarang parkir di tepi jalan raya disini," kata Teguh menjelaskan. ***4***
Berita Terkait
Stok Uang Recehan Di Bojonegoro Mencukupi
19 Agustus 2011 13:19
Buku Gus Dur Diminati Peziarah
24 Juli 2011 19:41
Potensi produksi padi Februari 2026
6 Januari 2026 17:18
Pos pelayanan Nataru 'Frozen' di Jombang
23 Desember 2025 17:11
Ungkap hasil kebun ganja di Jombang
18 Desember 2025 21:26
UK Petra dampingi penenun jombang buat tirai tenun
16 Desember 2025 22:45
Tebuireng gelar "MUTUN" bahas soal kerusakan lingkungan
14 Desember 2025 08:07
Gus Yahya akui terbuka untuk islah
7 Desember 2025 08:34
