Situbondo (ANTARA) - Bupati Situbondo Karna Suswandi mengapresiasi dan memberikan dukungan pelestarian tradisi Ojhung atau atraksi saling memukul tubuh lawan menggunakan rotan di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur.
Tradisi Ojhung ini rutin digelar oleh warga Desa Bugeman untuk ritual tolak balak agar di desa itu terhindar dari segala musibah bencana alam, termasuk ritual meminta datangnya hujan di musim kemarau.
"Terima kasih kepada Kepala Desa Bugeman, yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Ojhung hingga tiga generasi," kata Bung Karna, sapaan bupati, saat menghadiri tradisi Ojhung.
Menurut dia, tradisi Ojhung akan dimasukkan dalam kalender tahunan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Harapannya, dapat menarik wisatawan berkunjung ke Situbondo.
"Seperti ini yang harus dilakukan setiap desa. Setiap desa harus memiliki even yang digali dari tradisi leluhur, karena kekayaan budaya kita sangat mahal harganya," tuturnya.
Sementara itu Kepala Desa Bugeman, Udid Yuliasto mengatakan bahwa tradisi Ojhung ini menjadi kegiatan rutin digelar untuk keselamatan desa.
Kata dia, ritual Ojhung tradisi turun-temurun dan ritual ini menjadi kewajiban masyarakat melaksanakannya atas petuah dan pembabat desa setempat.
"Ojhung ini digelar untuk keselamatan desa. Karena jika tidak digelar, di desa ini diyakini terjadi bencana, mulai perkelahian antarwarga dan bencana alam," katanya.
dua pemain Ojhung punya kesempatan saling memukul menggunakan rotan yang disiapkan oleh pantia. Wasit memberikan kesempatan memukul secara bergantian, dan bagi mereka yang pukulan rotannya mengenai tubuh lawan paling banyak dialah pemenangnya. (*)
