Bea Cukai Juanda sita 76 unit ponsel Iphone 11 ilegal (Video)

id Bea cukai juanda, barang luar negeri, telepon genggam luar negeri

Bea Cukai Juanda sita 76 unit ponsel Iphone 11 ilegal (Video)

Petugas menunjukkan barang bukti pelaku usaha jasa titipan berupa ponsel iPhone 11 di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019). Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda mentertibkan pelaku usaha jasa titipan berupa 40 box iPhone, 90 botol MMEA dan 84 ponsel iPhone 11 yang belum dipasarkan di Indonesia. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.

Sidoarjo (ANTARA) - Petugas Bea dan Cukai Juanda Surabaya di Sidoarjo Jawa Timur, menyita sebanyak 76 unit telepon seluler atau ponsel jenis Iphone 11 dari para penumpang pesawat selama dua pekan terakhir.

Kakanwil Bea Cukai Jatim I Muhamad Purwantoro saat dikonfirmasi di Kantor Bea dan Cukai Juanda, Kamis mengatakan, barang yang disita tersebut dibawa oleh para penumpang dari luar negeri.

"Para penumpang itu mengaku kalau barang yang dibawanya itu merupakan barang jasa titipan dari orang lain, sehingga tidak melalui aturan yang resmi," katanya saat temu media di Sidoarjo.

Ia menjelaskan, sesuai dengan aturan setiap penumpang hanya diperbolehkan untuk membawa barang dari luar negeri maksimal dua unit, dengan syarat harus melengkapi pajak yang berlaku.

"Nah ini, kasusnya para penumpang itu membawa barang melebihi aturan yang berlaku, sehingga barang yang lebih itu dikuasai oleh negara," katanya.
 
Video Oleh Indra Setiawan

Ia menjelaskan, untuk telepon genggam jenis terbaru itu di Indonesia masih belum dirilis secara resmi, tetapi peredarannya sudah cukup banyak.

"Harga persatuan telepon genggam ini jika dirupiahkan harganya sekitar Rp25 juta," katanya.

Selain telepon genggam, dalam ungkap kasus ini petugas juga menyita beberapa botol minuman kena cukai yang disimpan di dalam koper.

"Untuk barang minuman itu sesuai aturan maksimal satu liter, selebihnya barang itu juga kami sita," katanya.

Dirinya tidak menangkap pemilik barang-barang tersebut karena dari pengakuannya barang-barang itu merupakan titipan temannya. Namun, dirinya memperingatkan supaya tidak terjadi lagi upaya membawa barang-barang dari luar negeri dengan melebihi kapasitas yang berlaku.

"Ini menjadi peringatan kepada para penumpang supaya mereka taat pada aturan yang berlaku. Kami menjamin barang-barang ini masih tetap dikuasai oleh negara," katanya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar