Pimpinan DPRD Kota Madiun terbentuk

id DPRD Kota Madiun,Pimpinan dprd kota madiun,ketua dprd kota madiun

Pimpinan DPRD Kota Madiun terbentuk

Anggota DPRD Kota Madiun periode 2019-2024 saat menjalani proses pelantikan dan pengucapan sumpah pada akhir Agustus lalu. (Istimewa/Diskominfo Kota Madiun)

Madiun (ANTARA) - DPRD Kota Madiun, Jawa Timur, membentuk tiga unsur pimpinan definitif atau tetap periode 2019–2024 dalam rapat paripurna yang digelar internal bersama pimpinan dan anggota fraksi.

Hasil rapat paripurna ditetapkan Ketua Definitif DPRD Kota Madiun adalah Andi Raya Bagus Miko Saputra dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Wakil Ketua 1 dijabat Istono dari Partai Demokrat, dan Wakil Ketua 2 adalah Armaya dari Perindo.

"Hasil rapat tentang pimpinan definitif tersebut akan dikirimkan ke Gubernur Jatim melalui Wali Kota Madiun untuk segera dilantik," ujar Ketua sementara DPRD Kota Madiun Andi Raya kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, sesuai ketentuan, Gubernur memiliki waktu sekitar 14 hari kerja untuk menerbitkan surat keputusan (SK) pimpinan tetap DPRD Kota Madiun.

Pihaknya berharap agar SK Gubernur tersebut cepat keluar, sehingga pihaknya segera menyusun jadwal pelantikan pimpinan DPRD Kota Madiun definitif.

Andi Raya menambahkan, selain mengirimkan hasil rapat tentang pimpinan definitif, pihaknya juga berupaya untuk segera membentuk alat kelengkapan DPRD. Seperti, pembentukan komisi, Badan Kehormatan (BK), dan Badan Legislasif (Banleg).

"Pembentukan alat kelengkapan DPRD harus menunggu SK dari Gubernur Jawa Timur. Diharapkan bisa secepatnya," tambah Andi Raya.

Sebelum dibentuk pimpinan definitif, DPRD Kota Madiun telah membentuk fraksi melalui pimpinan sementara DPRD setempat. Adapun, fraksi yang terbentuk sebanyak tujuh fraksi. Yakni, Fraksi PDIP, Demokrat, Gerindra, Perindo, PKB, Fraksi Madiun Bermartabat (Mantab), dan Fraksi PKS-PAN.

Adapun, Fraksi Madiun Bermartabat merupakan gabungan dari Partai Golkar, PSI, dan Nasdem yang mempunyai kekuatan lima kursi. Sedangakan Fraksi PKS-PAN merupakan gabungan antara PKS dan PAN yang memiliki kekuatan tiga kursi. Sementara PPP memilih bergabung dengan fraksi PKB.

Jumlah tujuh fraksi yag terbentuk tersebut bertambah dari keanggotaan DPRD periode sebelumnya 2014–2019 yang hanya lima fraksi.

Lima fraksi yang lama yaitu, Fraksi Demokrat Bersatu, Fraksi PKB, Fraksi Gerindra, Fraksi PDIP, dan Fraksi Pembangunan Nasional Rakyat Sejahtera.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar